Warga muslim di Tiongkok yang giat lakukan sembahyang dipenjarakan

Spread the love

Warga muslim di Tiongkok ditangkap dan dijebloskan penjara karena rajin sembahyang

Warga muslim di negeri tirai bambu ditangkap dan dimasukan ke penjara , beliau ditangkap dikarenakan rajin melakukan salat 5 waktu.

Apa yang dilakukan pemerintah Tiongkok ini bermakna jika mereka membatasi kebebasan beragama untuk warganya. Hal ini berbeda jauh dengan negara tercinta kita, Indonesia.

Peristiwa ini berlaku di sebuah desa dekat kawasan Fuyun, Prefektur Altay, Provinsi Xinjiang, China. Hal ini terjadi kepada seorang muslim Kazakh yang diketahui bernama Mahathir Halaman yang berumur 33 tahun.

Mahathir Halaman diringkus pihak berwajib di kediaman pada bulan mei yang lewat. Beliau menerima keputusan pengadilan yang menvonisnya masuk lembaga permasyarakatan selama 1 tahun.

Korban dijebloskan penjara tanpa ada surat peringatan

Pihak keluarga menyatakan jika mereka sama sekali tidak ada terima surat peringatan atau surat pemeriksaan dari pihak kepolisian setempat. Semuanya merasakan hal yang aneh dan tidak tahu dengan apa yang terjadi.

Pihak keluarga memberikan keterangan jika korban di penjara selama satu tahun. Beliau ditahan pihak berwajib hanya dikarenakan giat melakukan sembahyang 5 waktu dan masih ada lagi alasan lainnya.

Informasi dari pihak lain menyatakan sehabis pengadilan berikan keputusan, pihak berwajib datang menjumpai pihak keluarga korban. Pihak berwajib menegaskan dan memberikan perintah agar masalah ini jangan diberitahukan kepada pihak lainnya.

Baca Juga : Ranjau darat diperbatasan Bangladesh dinilai sengaja di pasang Myanmar

Dalam peristiwa ini menurut pihak lain berdampak kepada kedua orang tua dari Mahathir Halaman. Kedua orang tuanya sampai hari ini mendapat pengawasan dari pihak berwajib dan tidakboleh keluar dari rumah mereka.

Bahkan semua sahabat dan rekan kerja Mahathir Halaman juga mendapatkan hal yang sama, dilarang menceritakan hal yang menimpa korban (Mahathir Halaman). Jika hal ini mereka lakukan maka mereka (rekan dan sahabat) Mahathir Halaman akan mendapatkan hukuman juga.

Diperkirakan ada sebanyak 1,5 juta suku Kazakh yang berdomisli di Tiongkok, kebanyakan mereka bermukim di kawasan Yili Kazakh. Suku ini menjadi incaran pemerintahan negeri tirai bambu diluar suku lainnya(suku Hui, Ulighur dan warga minoritas yang beragama Islam).

Bahkan suku tersebut dilarang untuk berpakaian islami, parahnya pelajar tidak diperbolehkan menjalani ibadah disemua sekolah dan universitas. Bagi pelajar yang ingin melanjutkan studi diluar negeri hanya dikasih batas waktu setengah tahun.

Bila hal ini tidak ditaati maka pelajar yang melanggar aturan tersebut akan ditahan dan izin paspornya akan matikan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *