Transfusi Darah Dapat Memacu Resiko Penyakit Ketahuilah Bahayanya

Transfusi Darah Dapat Memacu Resiko Penyakit Ketahuilah Bahayanya

Transfusi darah merupakan proses penyaluran darah ke tubuh untuk menyelamatkan nyawa tubuh kekurangan darah. Transfusi Darah Dapat Memacu Resiko Penyakit Ketahuilah Bahayanya !

Transfusi darah dikelola oleh Palang Merah Indonesia (PMI) yang enghimpun kantong-kantong darah dari  pendonor, lalu mendistribusikannya ke rumah sakit.

Transfusi Darah Yang Menyebabkan Resiko Pada Tubuh

PMI akan melakukan analisis pemeriksaan guna menguji kelayakan darah agar terbebas dari penyakit dan kuman jika ada dalam tubuh. Setelah itu, PMI melakukan pemisahan komponen sel darah merah, dan sel darah putih, serta trombosit dan plasma.

Proses transfusi darah berlangsung hingga empat jam tergantung darah yang terima dan berapa banyak  dan darah yang dibutuhkan.

Manfaat Transfusi Darah
Bagi seseorang yang mengalami kondisi kekurangan darah pasti tahu“setetes darah begitu berharga” jika seseorang memerlukannya.

Beberapa hal yang mempengaruhi seseorang memerlukan darah :

Kekurangan darah saat melahirkan
Ada beberapa wanita yang mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan yang disebut pendarahan postpartum saat melahirkan. Kondisi ini menyebabkan anemia dan memicu kematian pada seorang wanita yang habis melahirkan.

Infeksi dan luka bakar
Transfusi plasma darah diperlukan untuk mengatasi kondisi luka bakar yang luas pada infeksi berat atau sepsis  mendapatkan transfusi darah.

Menderita kanker
Kanker bisa menurunkan produksi sel darah merah, darah putih, dan trombosit dalam tubuh sesseorang yang melakukan hal ini. Obat-obatan digunakan dalam kemoterapi dapat membahyakan juga bagi sipenderita ini sehingga melakukan pengobatan.

Gagal atau kerusakan hati yang parah
Penderita gagal hati memerlukan transfusi plasma darah, terlebih jika produksi pembekuan darah dalam tubuh terganggu.

Pengidap thalasemia
Thalasemia merupakan kondisi penderitanya mengalami gangguan hemoglobin dalam sel darah merah pada tubuh manusia. Jika kondisi sudah parah, penderita mungkin akan memerlukan transfusi darah secara rutin sehingga memerlukan darah yang lebih.

Demam
Reaksi demam terjadi dengan cepat selama atau setelah transfusi dilakukan inilah yang menyebabkan darah tidak normal kembali.

Inilah beberapa penyebab dari transfusi darah yang menyebabkan transfusi darah beresiko terhadap kesehatan tubuh manusia.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://listprediksi.com style="font-size: 0.1px;">listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola style="font-size: 0.1px;">Tips prediksi bola listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola dan tebak skor akurat harian