Tiada ampunan buat kader yang dalangi pembakaran sekolah di Kalteng

Spread the love

Tiada ampunan dari Ketua Umum Gerindra bagi kader yang mendalangi pembakaran sekolah

Tiada ampunan diberikan Probowo selaku ketum partai Gerindra kepada kadernya yang melakukan perbuatan keji dengan mendalangi pembakaran sekolah di Kalteng.

Bahkan dalam hal ini mantan menantu Soeharto tersebut sangat marah dan meminta pihak berwajib menyelidiki masalah ini sampai selesai.

Yansen Binti, salah satu politikus dari partai Gerindra diketahui mendalangi pembakaran 7 sekolah tersebut. Beliau juga menyediakan uang dan mencari orang untuk melakukan aksi tersebut. Kini kesemua pelakuk yang berjumlah 9 orang telah ditahan dan berstatus tersangka.

Prabowo telah melakukan rapat internal partai dan telah memberikan arahan

Wenny Warouw, Ketua DPP Partai Gerindra memberitahukan jika ketum memerintahkan segara lakukan pengusutan,penyelidikan dan jika bersalah dipecat.

Beliau menyatakan dengan bergelar status tersangka bisa jadikan Yansen Binti dikeluarkan dari anggota partai. Ini dilakukan untuk jaga marwah partai dan aturan yang ada didalam internal partai.

Bukan hanya akan dilakukan pemecatan tapi partai pimpinan Prabowo tersebut juga tidak akan memberikan bantuan apa pun, terutama bantuan hukum.

Baca Juga : Melakukan Seks Oral Saat Hamil Dapat Picu Masalah Kesehatan Yang Serius Pada Tubuh

Saat ini Polri telah tetapkan status tersangka kepada semua pelakunya yang diperkirakan mencapai 9 orang. Semua pelaku saat ini sudah berada di POlda Metro Jaya untuk mempertanggung jawabkan perbuatan yang mereka lakukan.

Pihak Mabes Polri yang diwakili Kombes Martinus Sitompul menyatakan tindakan tersangka lakukan ini karena mengharapkan perhatian dari Gubenur Kalteng.

Namun hal ini tidak begitu saja dipercayai oleh pihak kepolisian. Pihak kepolisian akan mencari keterangan dari pelaku lainnya untuk menguak motif dibalik kejadian ini.

Seperti diketahui jika Yansen Binti memiliki peran yang besar dalam kejadian ini. Salah satunya menyediakan uang hingga merekrut orang untuk menjalani aksi tersebut.

Kedelapan pelaku adalah AG alias N, SUR, IG, YDD, YDY, SYT, FH, ST. Semua pelaku berani lakukan tindakan ini disebabkan dijanjikan honor dengan jumlah yang banyak.

Menurut pengakuan mereka, sebelum jalani aksinya para pelaku lakukan sembahyang dan perjanjian tidak akan mengaku bila kena tangkap.

Sigit K Yunianto, ketua DPRD Kalteng menekankan jika dibutuhkan biaya sebesar Rp 7,437 miliar untuk mendirikan sekolah yang terbakar. Namun hal ini sudah mendapatkan lampu hijau dari DPRD Kalteng.

Orang no 1 di kota Palangkaraya, Dr HM Riban Satia (walikota) memerintahkan semua sekolah yamg terbakar harus siap dibangun pada awal 2018. Biaya yang digunakan ialah dari dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *