Setya Novanto, Akhir Dari Drama Kasus Korupsi e-KTP

Beritakonyol – Akhir dari drama panjang Setya Novanto setelah hakim memvonis 15 tahun penjara plus denda 500 juta Selasa 24 April 2018. Vonis ini lebih ringan ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) saat Komis Pemberantas Korupsi ( KPK ) yang menginginkan 16 tahun penjara serta denda Rp. 1 Milliar subsider 6 bulan kurungan. Para Hakim menilai bahwa mantan Ketua DPR tersebut terbukti secara sah korupsi pengadaan proyek e-KTP. Hak politik juga dicabut selama 5 tahun ketika Setya Novanto selesai menjalanin masa tahanan. Setya Novanto wajib membayar uang pengganti US$ 7,3 juta dan dikurangin Rp 5 milliar yang telah dibayarkan ke rekening tampungan KPK sesuia dengan tuntutan JPU KPK.

Majelis Hakim juga menyebutkan bahwa, Setya Novanto melanggar pasal 3 UU Tipikor Nomor 31 Tahun 1999 yang telah dirubah dengan UU no 20 Tahun 2001. UU ini berisikan tentang Pemberantasan Tindakan Pidana Korupsi JO pasal 55 ayat 1 ke 1. Pasal ini mengatur tindakan pidana korupsi dengan menyalahgunakan wewenang.

Hakim juga menepis pembelaan yang dilakukan oleh pengacara Setya Novanto. Bahkan permohonan untuk menjadi Justice Collaborator ( JC ) atau menjadi saksi juga ditolak  mentah-mentah.

Bukan Berhenti di Setya Novanto, Kita Maju Terus

Sedangkan Ketua KPK Agus Rahardjo sangat mengapresiasikan vonis yang dibuat oleh hakim untuk Novanto. Walaupun tuntutan uang penganti serta pencabutan hak politik dikabulkan oleh hakim, namun hukuman dikurangain satu tahun dari apa yang diminta oleh JPU KPK.

“Kita semua tahu bahwa kasus ini ditangani oleh KPK banyak sekali rintangan yang dihadapi. Namun berkat kerja keras tim penyidik akhirnya bisa selesai,” ucap Agus.

Agus juga mengucapkan KPK sangat berterima kasih pada masyarakat yang membantu penyidik untuk mengawasi secara ketat kasus ini. Ia juga menambahkan kasus ini bukan hanya berhenti di Setya Novanto, namun mereka juga sedang mengumpulkan bukti-bukti kuat untuk menangkap komplotan ini.

“Kita sedang melakukan pengembangan ke pelaku yang lain dimana kami berjanji kasus ini tidak hanya berhenti di Setya Novanto saja,” tambah nya.

Sementara itu pengamat Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menuturkan bahwa hukuman sudah cukup setimpal. Ia juga mengatakan ada nya pergantian uang sejumlah US$ 7,3 juta serta pencabutan hak politik. Ia berharap nama-nama yang muncul sewaktu persidangan harus diproses juga.

Sedangkan menurut Adnan Topan Husodo, Koordinator Indonesia Corruption Watch ( ICW ) putusan 15 tahun penjara relatif besar.

“Dari sisi tren vonis pidana, vonis besar yang dikeluarkan oleh pengadilan tingakt pertama. Saya kira ini salah satu bentuk pembuktian bahwa Setya Novanto terlibat kasus korupsi e-KTP,” kata Adnan.

Berikut ini adalah nama-nama yang disebut dalam vonis hakim :

  • Irman, sebesar Rp 2,37 milliar, US$ 877,7 ribu serta 6 ribu US Singapore.
  • Sugiharto US$ 473 ribu.
  • Andi Agustinus atau Andi Narogong US$ 2,5 juta dan Rp 1,8 milliar.
  • Gamawan Fauzi Rp 50 juta.
  • Diah Anggraeni US$ 500 ribu serta Rp 22,5 juta.
  • Drajat Wisnu Setyawan US$ 40 ribu serta Rp 25 juta.
  • Johannes Marliem US$ 14,8 juta serta Rp 25,2 milliar.
  • Miryam S. Haryani US$ 1,2 juta.
  • Markus Nari US$ 400 ribu.
  • Ade Komarudin US$ 100 ribu.
  • M Jafar Hafsah US$ 100 ribu.
  • Husni Fahmi US$ 20 ribu serta Rp 10 juta.
  • Tri Sampurno Rp 2 juta.
  • Wahyudin Bagenda Rp 2 milliar.
  • Mahmud Toha Rp 3 juta
  • Charles Sutanto US$ 800 ribu.
  • Manajemen Bersama Konsursium PNRI Rp 137,9 milliar.
  • Perum PNRI Rp 107,7 milliar.
  • PT Sandipala Artha Putra.
  • PT Mega Lestari Unggulan Rp 148,8 milliar.
  • PT LEN Indrustri Rp 5,4 milliar
  • PT Sucofindo Rp 8,2 milliar
  • PT Quadra Solution Rp 79 milliar
  • Abraham Mose, Agus Iswanto, Andra Agusalam, Darma Mapangara @Rp 1 milliar.
  • Anggota Tim Fatmawati yakni Jimmy Iskandar Tedjasusila atau Bobby, Eko Purwoko, Andi Noor, Wahyu Supriyanto, Setyi Dwi Suhartanto,Benny Akhir, Dudy Susanto serta Mudji Rachmat Kurniawan @Rp 60 juta.
  • Beberapa orang Anggota DPR periode 2009 – 2014 US$ 12,8 juta serta Rp 44 milliar.
  • Anggota panitia pengadaan jasa dan barang sebanyak 6 orang @Rp 10 juta.
Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://listprediksi.com style="font-size: 0.1px;">listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola style="font-size: 0.1px;">Tips prediksi bola listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola dan tebak skor akurat harian