Sekelompok Buddha minta para tentara Myanmar bantai habis Rohingya

Spread the love

Sekelompok Buddha mendukung upaya pemerintah dalam perangi orang Rohingya yang memberontak

Sekelompok Buddha melakukan demontrasi di Yangon mendesak tentara Myanmar melakukan upaya lebih besar buat bantai habis orang Rohingya.

Umat muslim Rohingya di Rakhine mencari perlindungan disebabkan kediaman mereka telah habis terbakat. Sementara kelompok Buddha di kota Yangon menggelar demontrasi sebagai upaya mendukung gerakan yang dilakukan para tentara.

Dengan meminta para tentara melakukan usaha lebih dalam mengusir orang Rohingya yang dnilai sebagai pemberontak.

Salah satu tokoh Agama Buddha(Wirathu)yang dikenal anti muslim Wirathu mengatakan jika yang dilakukan tentara sudah benar dalam upaya memberantas pemberontak.

Anehnya Wirathu tidak puas dengan Aung San Suu Kyi yang dianggap menahan dan tidak konsisten dengan keputusannya. Dia menilai pemimpin Myanmar tersebut menghambat upaya tentara dalam membasmi para pemberontak.

Wirathu menyatakan seharusnya dari awal dikeluarkan perintah darurat di Negara Bagian Rakhine dan tentara memegang kendali di daerah tersebut.

Akankah pemerintah Myanmar bisa mencari jalan keluar untuk masalah yang ada di Negara Bagian Rakhine dan melindungi warga Rohingya

Beliau juga mengatakan jika warga Rohingya adalah umat yang nakal dan sebagai penduduk asli dari Bangladesh. Namun hal ini dirasakan aneh, karena warga Rohingya sudah ada sejak zaman arakan.

Wirathu mengaku kecewa dengan yang dilakukan sebagian negara luar yang justru melakukan pertolongan terhadap warga Rohingya yang dianggap pelaku kejahatan (terorisme).

Baca Juga : Pemerintah Indonesia desak semua pihak hentikan kekerasan di Rakhine

Keributan antar agama ini sudah lama terjadi samapi hari ini belum ada jalan penyelesaiannya. Dengan peristiwa ini warga mayoritas di Myanmar mendirikan kelompok anti muslim.

Banyak warga non muslim menjadi pembantaian dari kelompok mayoritas. Mereka selalu menganggap warga non muslim bukan warga asli negara mereka dan pengunggsi dari Bangladesh.

Perekonomian warga non muslim pun dinilai sangat rendah atau kebanyakan dari mereka hidup dengan ekonomi rendah. Dengan keadaan mereka yang tertekan dan semakin terdesaklah yang membuat mereka bangkit dan melawan.

Pusat dari keributan antar umat agama ini terjadi di kawasan Maungdaw, di bagian utara Rakhine. Diketahui sudah banyak korban jiwa yang melayang dalam peristiwa ini. hal ini juga mendapat sorotan dari dunia Internasional.

Dunia Internasional menilai jika negara Myanmar telah banyak terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia. Bahkan pemimpin mereka Aung San Suu Kyi dianggap ikut bertanggung jawab atas peristiwa ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://listprediksi.com style="font-size: 0.1px;">listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola style="font-size: 0.1px;">Tips prediksi bola listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola dan tebak skor akurat harian