Sebanyak 52 persen masyarakat puas dengan kepemimpinan Jokowi-JK

Spread the love

Sebanyak 52,1 persen dari responden puas dengan kepemimpinan pemerintahan saat ini

Sebanyak 52,1 persen dari 1.300 responden menyatakan puas dengan kepemimpinan pemerintahan saat ini yang dipegang Jokowi dan Jusuf Kalla.

Hal ini diungkapkan Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra) yang rilis hasil survei terkait reaksi masyarakat kepada kepemimpinan Jokowi dan JK. Sebagian orang menilai kinerja Jokowi dan JK sangat baik dan ada juga yang menganggap kepemimpinan mereka sangatlah buruk.

Penilaian ini mencakup semua aspek dan survei ini dilakukan diseluruh daerah

Ketua Orkestra menyatakan penilaian di tahun kemarin menyatakan jika sekitar 38,3 persen yang menyebutkan keduanya menjalankan pemerintahan dengan baik. Tapi seiring berjalan kedepannya penilaian itu meningkat menjadi 52,1 persen dari persepsi masyarakat kepada pemerintahan Jokowi-JK.

Beliau menyatakan jika 37 persen masyarakat menyatakan Presiden Joko Widodo dapat menjalani kelangsungan pembangunan yang ada selama ini. 15 persen publik memberikan penilaian jika Presiden Jokowi mendukung rakyat serta 11 persen mengatakan Jokowi berhasil penuhi janjinya.

Tapi ada sebagian masyarakat menilai Jokowi bersama dengan Jusuf Kalla gagal menjalankan pemrintahan. Sekitar 21 persen publik menilai keduanya tidak menepati semua janji-janji sewaktu kampanye pemilu yang lalu.

Bahkan 17 persen keduanya buruk dalam jalankan bidang perekonomian serta kesejahteraan rakyat. Sementara 26 persen menilai tidak ada kemajuan dalam segala hal. Parahnya 15 persen menyatakan jika pemerintahan sekarang malah menambah hutang negara serta 8 persen mengatakan dalam menjalankan pemerintahan keduanya ditunggangi oleh pihak lain.

Baca Juga : McDonald’S sampaikan permintaan maaf atas kelakukan sekuritinya

Riset ini dikerjakan mulai 06-20 November 2017. Margin of error sekitaran tiga %. Survey dikerjakan pada 1. 300 responden di 34 propinsi yang berumur minimum 17 th. dengan memerhatikan segi gender, geografi, sosio kultural serta ekonomi, serta ideologi politik.

Penentuan sampel dikerjakan dengan acak (probability sample) dengan cara penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sample). Penarikan sampel memerhatikan segi urban atau rural serta pembagian antar jumlah sampel dengan keseluruhan masyarakat di tiap-tiap propinsi.

Pengumpulan data dikerjakan dengan cara wawancara jumpa muka dengan gabungan kuesioner serta surveyor yang menyebar di semua propinsi.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *