Rusia telah kembangkan satelit nuklir yang dapat tembakkan laser

Spread the love

Rusia telah kembangkkan satelit nuklir yang punya kemampuan menembakkan laser

Rusia telah kembangkan teknologi yang sangat mungkinkan satu satelit berenergi buat isi tenaga pesawat diruang angkasa lewat cahaya laser. Laboratorium dengan pengalaman waktu dulu dalam membuat reaktor nuklir untuk ruangan angkasa sudah dikontrak untuk rancangan itu. 

Media setempat memberikan laporan kalau biro Design Arsenal yang berbasiskan di St. Petersburg masuk dalam daftar Roscosmos. Hal tersebut untuk pelajari kelayakan satu pembangkit listrik tenaga nuklir luar angkasa, dengan mengatakan spesifikasi tehnis untuk rancangan itu.

Rusia juga tengah kerjakan sistem propulsi nuklir untuk ruang angkasa

Dokumen itu memvisualisasikan satu reaktor nuklir dengan kemampuan pada 100 kW serta 1.000 kW yang diletakkan di orbit serta dapat menyalakan satelit beda lewat cahaya laser.

Biro design Arsenal diminta bisa sajikan percetakan biru untuk memakai tehnologi itu pada tahun 2018. Termasuk juga spesifikasi serta peluang orbit untuk pembangkit listrik tenaga nuklir luar angkasa. Serta resiko yang berkaitan dengan aplikasi seperti itu.

Reaktor nuklir ditest oleh AS serta Uni Soviet di pesawat ruangan angkasa, tetapi pengalaman Uni Soviet lebih luas, dengan lebih dari 30 misi seperti itu.

Biro design Arsenal juga adalah pengembang reaktor Topaz yang ditest pada dua satelit pada akhir 80-an. Yang memakai konverter termionik, piranti dengan suhu tinggi yang merubah panas jadi listrik dalam tabung spesial dioda vakum.

Tetapi, satu misi itu menyebabkan pro-kontra pada tahun 1978, saat satelit Kosmos-954 tidak berperan serta tidak berhasil kirim reaktor nuklirnya ke orbit pembuangan yang aman.

Baca Juga : Mantan Ketua Timses Donald Trump ditangkap terkait konspirasi

Jadi gantinya, ia masuk kembali atmosfer serta hancur di utara Kanada. yang menyebabkan ketakutan radiasi serta pemulihan besar-besaran dan operasi pembersihan. Moskow membayar paket kompensasi juta-an dolar untuk rusaknya itu.

Rusia sekarang ini tengah kerjakan system propulsi nuklir untuk ruangan angkasa, yang juga akan dipakai untuk misi didalam angkasa.

Tapi untuk misi orbital, panel surya tradisionil mungkin saja lebih unggul dari pembangkit tenaga nuklir yang dipikirkan oleh Roscosmos.

Project ini mungkin saja selesai jadi bukti rencana dari pada aplikasi praktis. Transfer daya lewat laser sudah ditest di Bumi di beberapa bagian seperti menyalakan pesawat tidak berawak dalam penerbangan.

Produser antariksa Rusia Energia th. lantas menguji powerbeaming lebih dari 1, 5 km untuk isi baterai hp. Dengan gagasan masa depan untuk menguji tehnologi diluar angkasa untuk memberi tenaga dari Stasiun Luar Angkasa Internasional ke kapal pengangkut barang luar angkasa Rusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://listprediksi.com style="font-size: 0.1px;">listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola style="font-size: 0.1px;">Tips prediksi bola listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola dan tebak skor akurat harian