Ribuan para pengungsi Rohingya dinilai terinfeksi penyakit HIV/AIDS

Spread the love

Ribuan pengungsi dari Rohingya diduga terkena penyakit HIV/AIDS

Ribuan pengungsi Rohingya diberitakan menderita HIV/AIDS, sampai kini beberapa orang Rohingya tidak ketahui kalau mereka terjangkit penyakit membahayakan.

Menurut dokter dirumah sakit di lokasi Cox’s Bazar, Bangladesh, dr. Shaheen Chowdhury, sampai sekarang ini dia telah temukan 62 masalah HIV.

Menurut para dokter kenamyakan pasien tidak ketahui mengidap penyakit tersebut

Yang beberapa besar penderitanya adalah wanita serta anak-anak yang tertular waktu didalam kandungan. Satu diantara pasiennya diberitakan wafat di kamp pengungsian. Mereka semuanya mengakui tidak sadar bila menderita penyakit itu.

Dokter Chowdhury menerangkan bila menginginkan lihat taraf masalahnya sesungguhnya akan menakutkan. Mereka memprediksi sekitaran 5000 orang Rohingya yang datang ke Bangladesh mulai sejak 25 Agustus lantas positif HIV.

Petugas medis pemerintah Bangladesh di tempat pengungsian Rohingya menyebutkan sekarang ini ada sekitaran dua ribu dokter. Serta terdapat dokter magang tengah berupaya meyakinkan berapakah beberapa orang Rohingya terjangkit HIV/AIDS.

Beberapa besar dari mereka memanglah tidak sadar menderita penyakit itu. Yang lain ketahui namun sangat terpaksa sembunyikannya karna pandangan miring yang menempel berkaitan HIV/AIDS.

Dari 60 pasien HIV/AIDS adalah orang Rohingya dikerjakan, dr. Chowdhury menyebutkan mereka semuanya telah dalam tingkat tiga. Peluang besar mereka tidak akan bertahan lama.

Tetapi, rumah sakit setempat juga memberi tuntunan kejiwaan pada pasien serta pendampingnya agar mereka tetaplah dapat berfikir positif.

Dokter Chowdhury mengatakan semuanya pasien HIV termasuk juga yang fase tiga, datang ke rumah sakit buat di beri obat antiretroviral, lantas kembali pada pengungsian.

Menurut dr. Chowdhury, disangka kuat penebaran HIV/AIDS diantara pengungsi Rohingya telah berlangsung mulai sejak mereka masih tetap ada di Myanmar.

Baca Juga : Paus Fransiskus lakukan pertemuan dengan Suu Kyi di Myanmar

Menurut pernyataan beberapa pasiennya, mereka menyebutkan saat sakit di Myanmar senantiasa di beri obat lewat cara disuntik oleh dokter setempat. Mereka tidak paham apakah jarum suntik digunakan baru atau sisa.

Satu diantara pasangan suami istri Rohingya menderita HIV adalah Mohammad Shajahan serta Senoara Khatun. Senoara dua minggu lantas barusan melahirkan seseorang anak wanita dinamakan Renu.

Apa yang dia cemaskan.kuatirkan memanglah dapat dibuktikan, buah hatinya terkena HIV/AIDS mulai sejak dalam kandungan.

Menurut Shajahan, mulai sejak tiba di Bangladesh mereka senantiasa teratur memeriksakan kandungan ke rumah sakit setempat. Tetapi, dia diberitahu bila istrinya menderita HIV/AIDS, serta anaknya di pastikan tertular. Dia juga mengakui sepanjang tiga th. terakhir senantiasa teratur jatuh sakit.

Beliau menyebutkan tiap-tiap berobat ke rumah sakit (di Negara Sisi Rakhine, Myanmar), dokter senantiasa menyuntik serta setelah itu menyuruh mereka pulang.

Tetapi, istrinya tidak sempat lebih baik. Bahkan juga mereka tidak sempat tahu apakah itu HIV hingga mereka hingga di Bangladesh. Shajahan menyebutkan mereka saat ini telah diajari langkah membantu orang menderita HIV/AIDS.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *