RI mencari dukungan terkait Yerusalem ke sidang umum PBB

Spread the love

RI cari dukungan untuk bawa isu Yerusalem ke sidang umum PBB

RI (Republik Indonesia) sekarang ini tengah berupaya mencari dukungan terkait masalah Yerusalem pada sidang Majelis Umum PBB. Hal ini dituturkan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan lakukan perjumpaan yang dilaksanakan pada hari Kamis ini. Retno Marsudi mengungkapkan masalah ini ketika menghadiri acara penyerahan Hasan Wirayuda Award di daerah Sudirman.

Indonesia telah siapkan semua cara untuk antisipasi masalah tersebut

Retno Marsudi menyebutkan jika dirinya tidak heran dengan cara Amerika Serikat untuk ambil hak veto draft resolusi terkait Yerusalem di Dewan Keamanan (DK) PBB. Sebab dengan itu Indonesia sudah siapkan semua cara buat antisipasi masalah ini.

Beliau berujar, Indonesia akan mencari dukungan pada  Sidang Umum PBB, sekarang tengah coba mencari dukungan dari Gerakan Non-Blok. Indonesia sarankan supaya sebelum dialkukan sidang umum PBB akan ada perjumnpaan dengan negara Non Blok.

Amerika Serikat yang menjadi satu-satunya negara yang menolak draft tersebut murka serta menyatakan perbuatan 14 negara tersebut merupakan penghinaan.

14 anggota DK PBB bersatu dan “mengeroyok” Amerika terjadi didalam voting suara yang dilaksanakan pada hari Senin waktu New York. Dalam draft tersebut menekan dibatalkannya pengakuan Presiden AS Donald Trump kalau Yerusalem menjadi Ibu Kota Israel.

Baca Juga : Sikap Amerika disayangkan Rusia terkait veto resolusi terkait Yerusalem

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley menyatkan jika negaranya tidak mau didikte oleh negara lain. Beliau menyebutkan tindakan ini sungguh memalukan dan suatu penghinaan untuk Amerika Serikat sendiri.

Setelah mengetahui kekalahannya, Amerika Serikat langusng memakai hak vetonya. Hal ini menjadi sorotan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas dan menyesalkan tindakan yang dilakukan Amerika Serikat.

Namun Haley berujar jika hak veto dilakukan Amerika Serikat untuk bela kedaulatan mereka. Selain itu untuk memperjuangkan peran Washington didalam rencana  perdamaian di Timur Tengah. Dan hal ini dinilai bukanlah perbuatan yang memalukan bagi Amerika Serikat.

Cara Amerika yang memakai hal vetonya sudah diperkirkan sebelumnya, karena AS memang selalu berpihak pada negara Israel. AS menilai putusan yang diambil Presiden Trump sudahlah betul.

Inggris dengan Prancis sudah indikasikan dari awal jika mereka menentang dengan putusan yang diambil oleh Donald Trump. Mereka meminta supaya seluruh negara untuk mengikuti  resolusi DK PBB terkait Yerusalem yang sudah berjalan lama. Dan mendesak jika penyelesaian terkait status Yerusalem dilakukan oleh kedua negara yang bertikai (Palestina dan Israel).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *