Ranjau darat diperbatasan Bangladesh dinilai sengaja di pasang Myanmar

Spread the love

Ranjau darat yang terdapat di perbatasan Myanmar dinilai sengaja di pasang

Ranjau darat atau jebakan yang ditanamkan diperbatasan Bangladesh dianggap sengaja di pasang pemerintah Myanmar untuk halangi datangnya imigram gelap. Masalah ini terkait dengan kejadian yang berlangsung belum lama ini.

Satu orang petani Bangladesh memijak satu ranjau darat saat dia menggembala ternak di daerah penyangga di selama perbatasan dengan Myanmar. Sesaat saksi mata menyebutkan seseorang pria Rohingya yang dilarikan ke rumash sakit di Bangladesh. Hal ini disebabkan korban terpijak ranjau darat di dekat desa Bangladesh Amtali.

Apa yang dilakukan Myanmar ini dinilai sudah keterlaluan dan tidak manusiawi

Direktur Penanggulangan Krisis Internasional AI, Tirana Hassan menyebutkan semuanya tanda-tanda menunjuk pasukan keamanan Myanmar dengan berniat membidik tempat yang dipakai oleh pengungsi Rohingya jadi titik persimpangan.

Ini langkah yang kejam serta tidak berperasaan untuk menaikkan kesengsaraan orang yang melarikan diri dari kampanye penyiksaan yang systematis.

Problem ini tunjukkan bukti selanjutnya kalau problem ini juga akan hilang dengan sendirinya. Pihak berwenang Myanmar mesti selekasnya akhiri praktek menjijikkan ini serta mengizinkan tim penjinak untuk terhubungdaerah perbatasan.

Ledakan baru berlangsung di selama perbatasan dimana PBB memprediksi 290. 000 Rohingya melarikan diri dari kekerasan sudah berlangsung dalam dua minggu paling akhir. Warga setempat menyebutkan mereka seringkali lihat pasukan keamanan Myanmar lakukan patroli di daerah itu.

Baca Juga : Pemerintah Myanmar harap China dan Rusia tidak ungkit Rohingya di PBB

Militer Myanmar yaitu satu dari cuma segelintir pasukan negara di semua dunia, dengan Korea Utara (Korut) serta Suriah, yang dengan terbuka memakai ranjau anti-personil dalam satu tahun lebih paling akhir. Senjata itu dilarang oleh satu perundingan internasional tahun 1997.

Pada tanggal 8 September, Amnesty International mengkonfirmasi kalau pasukan keamanan Myanmar sudah menanam ranjau di selama sisi utara perbatasannya dengan Bangladesh. Ranjau itu ditanam di dua jalan yang repot dimana banyak warga Rohingya melarikan diri dari kekerasan.

Sekurang-kurangnya tiga orang, termasuk juga dua anak, terluka kronis, dengan semuanya ledakan berlangsung di selama jalan yang ditempuh dengan berat.

Hasan juga menyebutkan jika PBB mesti diizinkan untuk selidiki pelanggaran yang dilakukan serta systematis yang sudah berlangsung di Rakhine.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *