Pria asal Malaysia dinilai calon pemimpin ISIS di Asia Tenggara

Spread the love

Pria asal Malaysia ini disebut sosok pemimpin ISIS di Asia Tenggara

Pria asal Malaysia, Mahmud Ahmad saat ini sedang diburu pasukan tentara Filipina yang disangka masih ada di kawasan negara tersebut. Ini dilakukan sesudah tewasnya pemimpin kelompok militan Maute di Kota Marawi, Isnilon Hapilon serta Omarkhayam Maute dalam baku tembak.

Ini dikarenakan Mahmud Ahmad disebut-sebut jadi calon pengganti pemimpin Negara Islam Irak serta Suriah (ISIS) di kawasan Asia Tenggara.

 Calon pemimpin ISIS tersebut tidak jelas keberadaannya

Walau tengah diburu, tak ada kejelasan apakah beliau masih tetap hidup atau sudah tewas dalam serangan yang dikerahkan pasukan pemerintah. Hal ini mengingat Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebutkan kalau kota itu sudah bebas dari kehadiran grup teroris.

Petinggi militer Filipina menyebutkan belumlah ada kepastian Mahmud sudah tewas. Pasalnya dia sempat dikabarkan tewas tetapi keluar kembali sebagian minggu lalu.

Sebaliknya seseorang sumber keamanan regional percaya kalau Mahmud sudah tewas dalam operasi pembersihan daerah pertempuran yang berjalan sepanjang dua hari.

Beliau diberitakan terluka kronis dibagian muka. Koordinat terakhirnya di ketahui ada di daerah pertempuran paling utama kota Marawi. Mahmud bersembunyi dengan 20 hingga 25 sandera dan sebagian anggota keluarga grup Maute serta Abu Sayyaf

Sumber itu memberikan, militan asal Malaysia, Mohd Amin Baco serta militan asal Indonesia juga ada bersama Mahmud waktu serangan berlangsung. Tetapi tidak ada kabar mengenai nasib dua militan itu.

Baca Juga : Korut Dapat Runtuh Dalam Setahun Dengan Sanksi Yang Diberikan AS

Menurut laporan Insitut Analisa Kebijakan serta Perseteruan (IPAC) yang berbasiskan di Indonesia, Mahmud ialah komandan kedua sesudah Hapilon.

Mahmud yaitu pria lulusan sekolah agama bergelar doktor serta sekalian bekas dosen di Kampus Malaya, Kuala Lumpur.

Di ketahui tidak cuma warga Indonesia serta Malaysia yang terkait dengan Dr Mahmud. Namun juga orang Bangladesh di Malaysia yang menginginkan gabung dalam pertempuran di Mindanao.

Petinggi intelijen senior Malaysia juga mengatakan kalau Mahmud adalah pria yang begitu beresiko karna adalah otak dibalik terjadinya grup militan Maute serta Abu Sayyaf. Dengan Hapilon, dia berencana pendirian lokasi ISIS di Asia Tenggara.

Mahmud juga di ketahui sudah merekrut serta mengatur perjalanan beberapa orang Malaysia ke Suriah untuk gabung dengan ISIS. Salah satunya pengebom bunuh diri pertama di negara itu, Ahmad Tarmimi Maliki.

Mahmud melarikan diri dari Malaysia ke Filipina selatan pada 2014 dengan dua temannya yang lain, sesudah terima berita kalau polisi memburunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *