Pertolongan medis dan para relawan mulai mendatangi Yaman

Spread the love

Pertolongan medis serta relawan mulai berdatangan ke negara Yaman

Pertolongan medis dan relawan kemanusiaan mulai tiba di Ibu Kota Yaman, Sana’a, Hal ini diungkapkan oleh salah satu petinggi PBB. Ini adalah pertolongan kemanusiaan pertama yang tiba di Yaman sesudah koalisi Arab pimpinan Arab Saudi memperingan blokade militer.

Kelompok tersebut sudah menyongsong baik ketentuan untuk memberi pertolongan. Akan tetapi menyebutkan kalau pertolongan lewat penerbangan itu kurang untuk menghindar krisis kemanusiaan.

Juru bicara regional Program Pangan Dunia mengatakan Pesawat pertama mendarat di Sana’a pagi hari ini dengan pekerja bantuan kemanusiaan.

Sesaat petinggi di bandara Sana’a menyebutkan dua penerbangan PBB yang lain tiba pada hari Sabtu.

Badan PBB, Unicef menyebutkan, satu penerbangan membawa lebih dari 15 ton vaksin. Yang juga akan membuat perlindungan sekitaran 600 ribu anak-anak dari difteri, tetanus serta penyakit yang lain.

Direktur Bandara menyebutkan kalau terkecuali pengiriman vaksinasi, satu penerbangan yang membawa delapan pegawai Komite PMI juga sudah mendarat.

Kolonel Turki al-Maliki, juru bicara koalisi militer pimpinan-Arab yang tutup pelabuhan, menyebutkan tiga penerbangan bantuan sekali lagi sudah di setujui.

Maliki menyebutkan pada hari Jumat kalau 82 izin sudah di keluarkan untuk misi pertolongan internasional mulai sejak 4 November. Izin itu untuk dua bandara yakni Sana’a serta Hodeidah, pelabuhan paling utama negara itu di mana sekitaran 80 % persediaan makanan masuk.

Sekitaran 7 juta orang hadapi kelaparan di Yaman serta keberlangsungan hidup mereka tergantung pada bantuan internasional

Ia menyebutkan kalau kapal komersial itu sudah di check serta dibikin bersih oleh pasukan angkatan laut koalisi serta mendekati Hodeidah. Tetapi petinggi pelabuhan menyebutkan kalau tak ada kapal yang hingga serta mereka tidak menginginkan untuk selekasnya berlabuh.

Maliki menyebutkan kalau prosedur baru yang diperuntukkan untuk memblokir transfer senjata mengambil keputusan. Kalau pertolongan serta pengiriman komersial tidak bisa digabung pada kapal yang sama. Keinginan itu membutuhkan pemberitahuan 72 jam terlebih dulu serta bukanlah 48. Serta cuma pekerja kemanusiaan yang bisa lakukan perjalanan dengan penerbangan bantuan.

Koalisi itu, yang memerangi pergerakan bersenjata Houthi di Yaman dengan dukungan dari AS. Mereka menyebutkan hari Rabu kalau pihaknya akan mengizinkan pertolongan lewat pelabuhan Laut Merah Hodeidah serta Salif, dan penerbangan PBB ke Sanaa.

Koalisi itu tutup penerbangan udara, darat serta laut dalam satu langkah yang dikatakannya untuk hentikan arus senjata Iran ke Houthi, yang kuasai beberapa besar lokasi utara Yaman.

Tindakan itu dikerjakan sesudah Arab Saudi mencegat satu rudal yang ditembakkan ke Riyadh. Tetapi Iran menyanggah sudah memasok senjata untuk grup Houthi.

Blokade itu sudah menarik perhatian internasional yang luas, termasuk juga dari Amerika Serikat serta sekretaris jenderal PBB.

Baca Juga : Demo penodaan agama memicu keributan di Pakistan

Sumber di Washington menyebutkan Sekretaris Negara Rex Tillerson sudah memohon Arab Saudi untuk mempermudah blokade Yaman sebelumnya kerajaan itu mengambil keputusan untuk mengerjakannya.

Kepala tiga tubuh PBB terlebih dulu menekan koalisi untuk mencabut blokade itu, dengan memperingatkan kalau ” beberapa ribu yang tidak terhitung jumlahnya ” juga akan mati bila tetaplah bertahan.

Koalisi itu sudah memohon PBB kirim tim untuk mengulas langkah menguatkan program verifikasi serta mekanisme pengawasan yang disetujui pada tahun 2015 untuk mengizinkan kapal komersial masuk Hodeidah.

Koalisi itu gabung dalam perang Yaman pada 2015 sesudah Houthi memaksa Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi serta pemerintahnya untuk meninggalkan markas sesaat mereka di kota pelabuhan selatan Aden jadi pengasingan di Arab Saudi.

Perseteruan itu sudah menewaskan lebih dari 10. 000 orang serta mengungsi lebih dari 2 juta, menyebabkan wabah kolera. Serta mendorong Yaman ke ambang kelaparan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *