Pengadilan Internasional nilai Myanmar telah salah lakukan genosida

Pengadilan Internasional nilai Myanmar telah bersalah lakukan Genosida

Pengadilan Internasional telah ambil kesimpulan jika negara Myanmar telah buat kesalahan dengan melakukan Genosida kepada warga minoritas Rohingya. Tujuh anggota hakim pengadilan memohon pemerintah Myanmar untuk hentikan konflik kemanusiaan pada minoritas Muslim.

Pengadilan Rakyat Permanen berdiri di Italia pada tahun1979 serta terbagi dalam 66 anggota internasional. Semenjak berdirinya pengadilan itu sudah mengadakan 43 sidang tentang bermacam masalah yang melibatkan hak asasi manusia serta genosida.

Pengadilan yang diselenggarakan di ibukota Malaysia, Kuala Lampur sepanjang lima hari, memperhitungkan bermacam dokumenter, bukti serta kesaksian dari sekitaran 200 korban penindasan yang dialami minoritas Rohingya.

Pengadilan memohon pemerintah Myanmar untuk hentikan segala kekerasan

Dijelaskan pemerintah mesti merubah konstitusi serta hapuskan undang-undang yang diskriminatif untuk berikan hak serta status pada minoritas yang tertindas.

PBB menyatakan 25 Agustus yang lalu sebanyak 429 ribu Rohingya diketahui sudah menyeberang dari negara Myanmar di Rakhine ke Bangladesh.

Beberapa pengungsi itu melarikan diri dari operasi keamanan baru dimana pasukan keamanan serta kelompok Buddha membunuh semua penduduk disana. Bahkan mereka juga melakukan penjarahan serta membakar kediaman warga Rohingya.

Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hasan Mahmood Ali menyatakan ada sebanyak 3.000 orang Rohingya tewas dalam aksi tersebut.

Pengadilan juga berharap dunia internasional berikan pertolongan ke negara yang banyak menampung pengungsi yang melarikan diri dari aksi tersebut.

Baca Juga : Jenderal besar militer menyatakan warga asli Myanmar harus kembali

Saat ini Malaysia menjadi salah satu negara yang menampung pengungsi paling bnayak di dunia. Ada sekitar 146.020 pengungsi yang terdaftar di UNHCR berada di Malaysia sejak tahun 2014.

PBB menyatakan warga Rohingya merupakan orang yang paling menderita di dunia, Mereka tertekan dengan apa yang telah mereka alami semenjak tahun 2012.

Dimana mereka mengalami kekerasan selama 5 bulan yang dilakukan para pasukan militer Myanmar. Kekerasan yang mereka terima seperti pemerkosaan, pembunuhan serta pembakaran kediaman mereka. Semua itu dilakukan pasukan militer Myanmar.

Hal ini memicu tanggapan dari sunia Internasional dan mengutuk aksi tersebut yang dinilai telah menlanggar HAM. Sampai saat ini permasalahan yang dialami warga Rohingya belum ada penyelesaiannya.

 

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://listprediksi.com style="font-size: 0.1px;">listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola style="font-size: 0.1px;">Tips prediksi bola listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola dan tebak skor akurat harian