Pelaku penghina Jokowi dan Kapolri dihukum 2 tahun penjara

Spread the love

Pelaku penghina Presiden Joko Widodo dan Kaporli dikanakan hukuman 2 tahun penjara

Pelaku penghina Presiden jokowi dan kaporli Jenderal  Titi Kanarvian di sosial media (FACEBOOK) dikenakan dakwaan 2 tahun penjara. Tersangka yang bernama M Farhan Balatif alias Ringgo Abdillah hari ini masuk dalam tahap tuntutan.

Dakwaan kepada Ferhan disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Raskita JF Surbakti pada persedangan yang dilakukan di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Postingan pelaku dinilai merupakan satu penghinaan kepada Presiden dan Kaporli

Jaksa Penuntut Umum (JPU) nyatakan jika pelaku sudah lakukan tindakan yang diatur serta dikenakan Pasal 45 ayat (3) UU RI No 19 Tahun 2016. Pasal tersebut berisi mengenai Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi serta Transaksi Elektronik jo Pasal 27 ayat (3) UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) minta supaya hakim yang lakukan pemeriksaan serta mengadili menghukum terdakwa 2 tahun dipotong masa tahanan.

Sesudah Jaksa Penuntut Umum (JPU) bacakan nota dakwaan, majelis hakim lantas minta sidang ditunda sampai 10 Januari 2018 dengan agenda pembelaan.

Baca Juga : Buah Nanas Bermanfaat Bagi Kesehatan Tubuh Ketahuilah

Masalah ini berawal dari postingan postingan pelaku di media sosial Facebook yang dapatkan reaksi serius dari anggota polisi. Ketika itu, Farhan terus menerus lakukan penghinaan terhadap presiden Jokowi serta menantang Polri untuk tangkap dirinya.

Postingannya yang dinilai sebagai satu hinaan lepada Presiden Jokowi serta Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dengan postingan tersebut, pelaku lalu dilaporkan ke Mapolrestabes Medan.

Pada 9 Agustus 2017 pelaku diringkus dikediaman orang tuanya yang beralamatkan di jalan bono, Glugur Darat I, Medan Timur. Dari kamar Farhan itu  turut disita barang bukti yang dipakai beliau buat edit foto serta membuat postingan di Facebook.

Pada persidangan tersebut, dirinya ngaku melakukan semua itu disebabkan kecewa dengan semua putusan pemerintahan sekarang ini. Semua keperluan naik harga, tingkat pengangguran yang semakin meningkat serta bahan pangan diimpor.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *