PDIP sebut hidup mati negeri ini ada di tangan kaum hawa

Spread the love

PDIP sebut hidup mati negeri ini berada di tangan para wanita!!!!!

PDIP sebut hidup mati negeri atau tanah air ini berada di tangan para kaum hawa atau wanita. Hal ini diungkapkan langsung oleh Sekjen DPP PDI, Hasto Kristiyanto.

Deklarasi Rampak Sarinah kembali dikerjakan dalam Pendidikan Kader Spesial Wanita Nasional (PKKPN) PDI Perjuangan. Lewat deklarasi yang berdasar pada sosok wanita pejuang yang ditulis Bung Karno itu, kaum wanita PDI Perjuangan terbakar semangatnya.

Deklarasi Rampak Sarinah di pimpin oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bagian Kesehatan, Wanita serta Anak, Sri Rahayu. Serta disaksikan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Wisma Kinasih, Depok. Deklarasi ini sekalian tutup PKKPN ke-2 yang berjalan mulai sejak Kamis, 5 April 2018 serta di hadiri 113 peserta dari 28 propinsi.

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, kembali mengingatkan kalau lewat perempuanlah politik dapat kembali ke dasarnya untuk mendirikan peradaban. Sebab, mengutip Bung Karno, wanita yaitu sumber peradaban tersebut.

” Di tangan perempuanlah masalah mati hidupnya negeri ini. Masa depan bangsa ini sangatlah tergantung bagaimana ibu berikan gizi yang baik serta melindungi anak-anaknya, ” kata Hasto diterima tepuk tangan beberapa peserta.

Hasto menyebutkan PKKPN ini yaitu pusat penggemblengan kader wanita supaya memiliki kesadaran ideologi serta politik untuk berjuang dengan rakyat sesuai sama pekerjaan kepartaian.

” Saya berharap beberapa Sarinah-sarinah PDI Perjuangan disini juga memiliki 5 disiplin, yaitu dalam berfikir, melakukan tindakan, bicara, berkomunikasi serta disiplin saat, ” tegas Hasto.

Baca Juga : Menggunakan Micin Berlebihan Membahayakan Tubuh Ketahuilah

Satu diantara peserta PKKPN, Verlita Evelyn, menyebutkan sepanjang dididik 4 hari, dia diajari bagaimana untuk disiplin serta berjejaring dengan rekan-rekan dari semua Indonesia. ” Yang tentunya ideologi PDI Perjuangan diperkuat, nasionalisme makin lama tumbuh. Awalannya tahu, saat ini mengerti serta dapat rasakan mengapa kita mesti membela ideologi negara kita, ” kata Verlita.

Verlita yang terkenal jadi aktris sinetron ini menyebutkan, dalam PKKPN dia di ajarkan prinsip-prinsip pemberdayaan wanita dengan merujuk pada buku ‘Sarinah : Kewadjiban Wanita Dalam Perdjoangan Republik Indonesia’ karya Bung Karno.

” Bagaimana wanita dikira cuma dirumah, urus anak, tidak dapat apa-apa. Disini dimotivasi kalau kita dapat serta mesti berani memiliki pendapat tanpa ada melupakan kodratnya, ” tuturnya.

” Ibu Mega pernah share waktu jadi presiden. Beliau menyebutkan ‘di luar saya presiden, dirumah saya istri Pak Taufik. Tetaplah sediakan kopi serta makannya, ” kata Verlita yang memuji sosok Presiden ke-5 RI itu.

Sri Rahayu menyebutkan, beberapa peserta PKKPN memakai kebaya serta berkerudung jadi lambang kemeja Sarinah. ” Kami harap mereka membuat komune Sarinah, grup ibu serta wanita yang aktif membela haknya. Jadi kader kokoh, setia, sesuai sama penugasan partai, ” tutur Sri.

” Kita berharap mereka dapat mengubah penting di wilayahnya semasing, ” paparnya.

Baca Juga : Jokowi sebut ini yang akan terjadi pada Indonesia di tahun 2030

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://listprediksi.com style="font-size: 0.1px;">listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola style="font-size: 0.1px;">Tips prediksi bola listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola dan tebak skor akurat harian