Paus Fransiskus lakukan pertemuan dengan Suu Kyi di Myanmar

Spread the love

Paus Fransiskus lakukan kunjungan ke Myanmar untuk bertemu dengan Ang San Suu Kyi

Paus Fransiskus melakukan kunjungan ke Myanmar untuk menjumpai beberapa pemimpin Myanmar, termasuk juga  Suu Kyi berkaitan krisis di Rakhine. Dia memohon pemerintah Myanmar menjunjung tinggi HAM (Hak Azasi Manusia) serta menghormati semuanya kelompok serta etnisnya.

Tetapi untuk hindari respon diplomatik, Paus tidak memakai arti ‘Rohingya’. Seperti di ketahui, pemerintah Myanmar tidak mengaku arti itu. Mereka mengatakan komune Muslim yang tinggal di Rakhine jadi Bengali serta mengatakan mereka imigran gelap dari Bangladesh.

Paus berharap krisis dan kehidupan di Myanmar berjalan dengan normal dan baik

Paus katakan masa depan Myanmar mesti damai, kedamaian berdasar pada penghormatan pada martabat. Serta hak tiap-tiap anggota orang-orang, menghormati tiap-tiap kelompok etnis serta jati dirinya, menghormati ketentuan undang-undang, serta menghormati tatanan demokratis.

Yang sangat mungkin semasing individu serta tiap-tiap grup – tidak terkecuali- untuk tawarkan peran yang sah pada kebutuhan seluruhnya.

Lebih dari 620. 000 warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh mulai sejak akhir Agustus. Mereka lari dari aksi keras militer Myanmar yang dituding dunia internasional lakukan pembersihan etnis di Rakhine.

PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) menilai apa yang dilakukan militer Myanmar merupakan pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) yang cukup keras. Bahkan dari peristiwa ini masyarakat dunia meminta agar penghargaan nobel untuk Suu Kyi ditarik serta dirinya diadili di mahkamah Internasional.

Banyak yang kecewa Paus tidak memakai kata Rohingya waktu menjumpai pemerintah Myanmar. Walau sebenarnya dalam dua permintaan banding dari Vatikan pada tahun ini, Paus memakai arti Rohingya.

Baca Juga : Susah Tidur Konsumsilah Ini Agar Tidur Lebih Nyenyak Ini Dia

Tetapi sebelumnya lakukan perjalanan, penasihat dari paus sendiri mereferensikan supaya tidak memakai kata tersebut di Myanmar. Mereka cemas juga akan ada desakan pada minoritas Kristen di Myanmar.

Aung San Suu Kyi dalam pidato secara singkat juga tidak menyinggung mengenai Rohingya. Dia cuma bicara masalah demokrasi serta tantangan negaranya untuk keluar dari bayang-bayang militer.

Suu Kyi berujar pemerintah mempunyai tujuan untuk membuat bangsa dengan membuat perlindungan hak, mendorong toleransi, meyakinkan keamanan untuk semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *