Pasukan SAS diminta tangkap dan bunuh anak Osama Bin Laden

Spread the love

Pasukan SAS terima perintah untuk cari dan bunuh anak pemimpin Al-Qaeda, Hamza bin Laden

Pasukan SAS , tentara hebat dari Inggris mendapat perintah untuk segera melakukan pencarian (tangkap) dan membunuh anak dari Osama bin Laden. Hamza bin Laden yang kini telah berumur 28 tahun diyakini akan menjadi pemimpin Al-Qaeda selanjutnya untuk gantikan sang ayah.

SAS ( Special Air Service) ialah anggota pasukan khusus dalam tentara negara Ratu Elizabeth. Anggota SAS selalu jalankan tugas khusus misalkan tugas mematai dengan senyap dan melumpuhkan terorisme.

Hamza bin Laden diyakini aktif dalam terorisme

Bagian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Agustus 2015, menyatakan Hamza dengan sah diumumkan jadi anggota jaringan kelompok teror. Hamza saat ini sudah memimpin Al-Qaeda, ikuti jejak ayahnya. Osama meninggal dalam operasi Angkatan Laut AS (US Navy Seals) di Pakistan 2011 kemarin.

Unit SAS sudah memperlancar misi rahasia untuk memburu Hamza. Misi rahasia itu mempunyai tujuan untuk membunuh atau menangkap Hamza.

Otoritas intelijen memperingatkan kalau Hamza dengan aktif ikut serta terorisme serta tengah berencana serangan ke negara-negara Barat. Dia menghilang sebagian minggu sebelumnya ayahnya tewas di Abbottabad, Pakistan 2011.

2 tahun setelahnya, Hamza kembali keluar dalam pesan video yang berisi memberikan pujian pada serangan teror di London, Inggris.

Beberapa video propaganda juga tunjukkan Hamza yang masih tetap muda, melakukan kursus di kamp teroris. 2015 serta 2016 Hamza menyerukan serangan teror pada negara-negara Barat serta meneror juga akan membalas AS atas kematian ayahnya. Awal tahun ini, AS memasukkan Hamza kedalam daftar teroris global atau Specially Designated Global Terrorist (SDGT).

Baca Juga : Penembakan Las Vegas, peristiwa paling buruk dalam sejarah Amerika

Hamza dipercaya bersembunyi di Pakistan, tetapi pada Mei th. ini, sumber intelijen yang bekerja untuk negara Barat mengatakan masalah kehadiran Hamza di Suriah. Sumber intelijen itu juga mengkonfirmasi Hamza tengah berencana serangan besar ke negara Barat.

Info masalah kehadiran Hamza di Suriah itu buat Tubuh Intelijen Pusat AS (CIA) memasukkannya dalam daftar pengawasan teror. Oleh otoritas Inggris, nama Hamza juga dimasukkan dalam daftar 10 tujuan bernilai tinggi serta jadi tujuan ‘Operation Shader’, operasi Inggris melawan grup Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Dalam misi rahasia untuk mencari Hamza, sampai 40 personel SAS dikerahkan ke Suriah. Beberapa personel SAS itu di dukung oleh drone serta pesawat-pesawat pengintai mutakhir yang dapat mendeteksi komunikasi pada militan, memakai system pengenalan nada berteknologi tinggi.

Dalam misi ini, tim merencanakan membunuh Hamza dalam serangan drone atau bila bisa saja, menangkapnya hidup-hidup.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *