Para Petinggi Perusahaan Teknologi Sangat Mengecam Kebijakan Trump

Spread the love

Para Petinggi Perusahaan Teknologi

Para petinggi perusahaan teknologi seperti Mark Zuckerberg serta CEO perusahaan yang lainnya melakukan pendesakkan terhadap presiden AS Donald Trump. Hal tersebut dilakukan mereka untuk mempertahankan salah satu program imigran dengan sebutan Deferred Action for Chilhood Arrivals ataupun disebut DACA.

Para petinggi perusahaan teknologi seperti Mark Zuckerberg serta CEO perusahaan yang lainnya melakukan pendesakkan terhadap presiden AS Donald Trump. Hal tersebut dilakukan mereka untuk mempertahankan salah satu program imigran dengan sebutan Deferred Action for Chilhood Arrivals ataupun disebut DACA.  Mereka ingin Trump untuk tidak menghapus kebijakan tersebut. Menurut Mark, jika program tersebut dihapus maka AS akan memilik sebanyak 780 ribu anak muda pekerja keras yang akan kehilangan kemampuan mereka untuk bekerja. Dengan adanya program tersebut, para anak muda imigran dapat bekerja secara legal di negara ini.  Kebijakan untuk menghapus program DACA merupakan tindakan yang akan menimbulkan kemungkinan anak muda imigran terdeportasai dari Amerika. Program DACA sudah dimulai sejak pemerintahan Barack Obama dengan menyetujui anak imigran untuk bekerja serta menunda deportasi.  Selain dari itu, para petinggi perusahaan teknologi juga memperingatkan bahwa akan memberikan dapat yang besar bagi ekonomi. Setiap imigran yang menerima program ini sudah melakukan pengecekan, terdaftar pada pemerintahan AS serta rajin dalam membayar pajak secara teratur.  Penghapusan program DACA pasti akan memberi pengaruh yang sangat besar bagi negara ini. Hal ini sudah diperkirakan oleh para petinggi perusahaan teknologi. Hal tersebut dipicu karena karyawan yang bekerja dalam kantor perusahaan teknologi juga sebagiannya adalah pemuda imigran. Sehingga mereka membuat sebuah keputusan untuk bergabung demi mendesak kebijakan yang dikeluarkan oleh Trump.

Mereka ingin Trump untuk tidak menghapus kebijakan tersebut. Menurut Mark, jika program tersebut dihapus maka AS akan memilik sebanyak 780 ribu anak muda pekerja keras yang akan kehilangan kemampuan mereka untuk bekerja. Dengan adanya program tersebut, para anak muda imigran dapat bekerja secara legal di negara ini.

Kebijakan untuk menghapus program DACA merupakan tindakan yang akan menimbulkan kemungkinan anak muda imigran terdeportasai dari Amerika. Program DACA sudah dimulai sejak pemerintahan Barack Obama dengan menyetujui anak imigran untuk bekerja serta menunda deportasi.

Selain dari itu, para petinggi perusahaan teknologi juga memperingatkan bahwa akan memberikan dapat yang besar bagi ekonomi. Setiap imigran yang menerima program ini sudah melakukan pengecekan, terdaftar pada pemerintahan AS serta rajin dalam membayar pajak secara teratur.

Penghapusan program DACA pasti akan memberi pengaruh yang sangat besar bagi negara ini. Hal ini sudah diperkirakan oleh para petinggi perusahaan teknologi. Hal tersebut dipicu karena karyawan yang bekerja dalam kantor perusahaan teknologi juga sebagiannya adalah pemuda imigran. Sehingga mereka membuat sebuah keputusan untuk bergabung demi mendesak kebijakan yang dikeluarkan oleh Trump.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *