Myanmar Mendapat Desakan Dari Parlemen Eropa Untuk Menghentikan Kekerasan Terhadap Rohingya

Spread the love

Myanmar Mendapat Desakan Dari Parlemen Eropa

Kekerasan yang terjadi pada Muslim Rohingya akhirnya membuat para anggota parlemen Eropa merasa risih. Myanmar mendapat desakan dari parlemen Eropa untuk segera menghentikan kekerasan terhadap Rohingya. Hal ini disampaikan langsung ke pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi untuk mengecam dengan tegas atas serangan terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine.

Myanmar Mendapat Desakan Dari Parlemen Eropa

Selama dalam masa krisis, tekanan semakin berkembang yang mengakibatkan sekitar 400.000 orang melarikan diri ke Bangladesh. Sehingga parlemen Eropa membuka suara mendesak militer Myanmar menghentikan pembunuhan, pelecehan dan pemerkosaan terhadap orang Rohingya serta pembakaran rumah mereka.

Uni Eropa memberi penjelasan bahwa mereka siap untuk memberikan sanksi terhadap Myanmar jika tidak segera menghentikan pelanggaran hak asasi manusia. Setelah apa yang sudah terjadi terhadap Muslim Rohingya, anggota parlemen mengecam dengan tegas terhadap pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi tentang hasutan terhadap kebencian rasial atau agama.

Suu Kyi mendapat kritikan yang sangat keras dari internasional karena tidak berusaha untuk menghentikan perselisihan yang menyebabkan puluhan orang tewas serta ratusan ribu orang mengungsi.

Selain dari itu, anggota parlemen Eropa juga mengingatkan Suu Kyi akan penghargaan yang dia terima dari Parlemen Eropa. Sebuah Penghargaan yang dimana mereka yang membela hak asasi manusia, melindungi hak-hak minoritas serta menghormati hukum internasional. Kritikus internasional meminta mencabut penghargaan yang sudah diberikan ke Suu Kyi meskipun keamanan di Myanmar sangat berhubungan dengan militer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *