Muhammad Nazaruddin tersenyum manis ketika ditanya mengenai Setnov

Spread the love

Muhammad Nazaruddin hanya berikan senyuman merekah ketika disinggung masalah Setnov (Setya Novanto)

Muhammad Nazaruddin, Bekas Bendahara Umum Partai Demokrat tersenyum manis saat disinggung penahanan Setya Novanto berkaitan masalah korupsi project KTP elektronik.

Nazaruddin pernah menyangsikan kekuatan aparat penegak hukum menjerat Ketua Umum Partai Golkar itu. Ia bahkan juga mengatakan Setnov jadi Sinterklas yang kebal hukum karna berkali-kali lolos dari beberapa perkara.

Nazaruddinminta masyarakat percaya dengan pekerjaan yang dilakukan KPK

KPK menahan Setnov di Rutan KPK, sesudah mengambil keputusan Ketua DPR itu jadi tersangka masalah korupsi KTP elektronik (e-KTP).

Saat diminta komentarnya oleh wartawan mengenai penahanan Setnov, Nazaruddin berkata, masyarakat baiknya mempercayakan perlakuan masalah itu pada KPK.

Beliau katakan perlu buat dukung KPK agar dapat kerjakan semuanya problem dengan baik. Masalah e-KTP, Permai Group, siapa saja yang ikut serta dapat dituntaskan KPK dengan baik. Hal semacam ini dia katakan saat didapati di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Terpidana masalah korupsi Wisma Atlet ini malas berkomentar selanjutnya berkaitan perkara yang menjerat Setnov. Ia berkali-kali tersenyum waktu di tanya oleh mass media.

Meski sekian, Nazaruddin menyebutkan kesiapannya bila kelak keterangannya diperlukan kembali untuk penyidikan masalah e-KTP.

Ia mengklaim sampai kini sudah menolong penyidik KPK dengan memberi info sebenarnya. Nazaruddin siap bantu KPK dalam masalah apa pun. beliau tidak ingin nambah-nambahin atau kurangi, semuanya telah dikisahkan ke KPK.

Baca Juga : Tiongkok tekan Bangladesh dan Myanmar selesaikan krisis Rohingya

Nazaruddin mengakui sudah mengemukakan semua info yang didengar, di ketahui, serta dihadapi dalam masalah korupsi e-KTP dengan berkelanjutan pada penyidik KPK.

Walau malas menerangkan dengan detil, Nazaruddin menyatakan sudah mengemukakan masalah pembagian uang project e-KTP yang disangka ikut mengalir ke Setnov.

Pada 2014, Nazaruddin sempat menyebutkan keraguannya pada aparat penegak hukum untuk mengusut sangkaan korupsi yang melibatkan Setnov. Menurut Nazaruddin, Ketua Umum Golkar itu kebal hukum.

Nama Setnov terbawa dalam pusaran masalah e-KTP sesudah namanya mencuat dalam dakwaan petinggi Kemendagri Irman serta Sugiharto. Setnov disangka jadi orang yang mengatur project sejumlah Rp2, 3 triliun itu mulai sejak awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *