Lembaga HAM PBB perpanjang misi pencarian bukti di Myanmar

Spread the love

Lembaga HAM telah memperpanjang waktu pencarian bukti di Myanmar

Lembaga hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa perpanjang misi pencarianbukti di Myanmar hingga September 2018. Mereka juga akan meneruskan penyelidikan pembunuhan, pemerkosaan, penyiksaan, serta penangkapan semena-mena yang membidik Muslim Rohingya.

Walau ada pertentangan dari Myanmar, China, serta Filipina. Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa mengambil keputusan untuk membahas sangkaan kejahatan tentara serta pasukan keamanan pada populasi Muslim.

Usul ini disetejui negara uni Eropa

Saran itu di terima tanpa ada suara dewan, diusulkan oleh Estonia atas nama Uni Eropa. Dewan beranggotakan 47 negara itu setuju untuk buat misi penyelidikan Maret ini, serta masa jabatannya juga akan selesai pada Maret 2018.

Satu aksi keras militer sudah memaksa lebih dari 500 ribu Muslim Rohingya melarikan diri dari negara sisi Rakhine di Myanmar ke negara tetangga Bangladesh, dalam apa yang oleh PBB dikatakan sebagai pembersihan etnis.

Baca Juga : Korut ancam akan tembak jatuh pesawat Amerika jika masuki wilayahnya

Beberapa pengungsi melarikan diri dari pasukan keamanan serta massa Budha yang sudah membunuh pria, wanita serta anak-anak, menjarah tempat tinggal, serta membakar desa Rohingya.

Menurut Menteri Luar Negeri Bangladesh, Abul Hasan Mahmood Ali, sekitaran 3. 000 orang Rohingya tewas dalam aksi kekerasan itu.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB jadi beberapa orang yang paling teraniaya didunia. Mereka sudah hadapi ketakutan yang banyak atas serangan itu mulai sejak beberapa puluh orang terbunuh dalam kekerasan yang terjadi sejak tahun 2012.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *