Korban tindak asusila yang malah berakhir dipenjara, ini kisah tragisnya!!!

Spread the love

Korban tindak asusila (pemerkosaan) yang harus terima kenyataan pahit dan berakhir dipenjara

Korban tindak kekerasan atau asusila berikut ini bisa dibilang cukup tragis, setelah  mendapatkan musibah mereka juga harus terima divonis bersalah. Hukum ada karna untuk menindak serta memberi sangsi untuk mereka yang sudah lakukan perbuatan yang tidak mematuhi hukum.

Sayangnya di kehidupan sekarang ini hukum tidak selama-lamanya dapat memberi keadilan untuk korban kejahatan. Bahkan juga dalam sebagian masalah hukum malah mengadili mereka yang jadi korban.

Hal tersebutlah yang tergambar dari ke 5 wanita berikut ini. Mereka sebagai korban pemerkosaan malah memperoleh vonis bersalah serta dijatuhi hukuman. Seperti apa kisahnya?

Dijebak untuk Melayani Nafsu Bejat, Gadis 19 Tahun malah divonis bersalah
Peristiwa yang menerpa gadis cantik berumur 19 tahun asal Jakarta ini mesti jadi pelajaran untuk tiap-tiap orang. Bagimana tidak sesudah ia dijebak untuk melayani nafsu bejat pria berinisial CK ia malah diputuskan jadi tersangka.

Peristiwa ini berawal sesudah si gadis berteman dengan seseorang pria yang mengakui photografer. Ia ditawari jadi jenis oleh CK, dengan iming-iming uang si gadis mau. Sesudah sebagian sesi ia diminta berpose tanpa ada baju dengan bayaran yang semakin besar.

Tetapi sesudah dipotret ia malah dipaksa melayani nafsu bejat CK supaya fotonya tidak disebar. Sesudah melayani CK korban segera melapor ke orangtuanya yang lalu melapor ke polisi.

Sayangnya dalam perubahan masalah pihak kepolisian tidak dapat temukan alat bukti, akhirnya aktor di lepaskan. Tetapi si aktor malah memberikan laporan si gadis dengan perusakan barang berbentuk camera, karna dipandang miliki bukti korban malah diputuskan jadi tersangka.

Peristiwa ini pantas jadi pelajaran untuk tiap-tiap orang terutama beberapa remaja wanita.

Kejadian yang dinilai cukup unik dan aneh yang menimpa para korbannya

Aisha Ibrahim Duhulow
Malang benar nasib remaja cantik berumur 13 tahun bernama Aisha Ibrahim Duhulow. Remaja cantik ini jadi korban tindak pemerkosaan oleh sekumpulan milis agama spesifik di Somalia. Tetapi bukannya memperoleh keadilan Aisha malah di vonis bersalah karna dipandang berzinah. Mirisnya sekali lagi ia mesti melakukan hukuman rajam sampai tewas.

Marte Deborah Dalalev
Setali tiga uang, wanita karier yang berprofesi jadi seseorang desainer ini divonis bersalah sesudah ia jadi korban tindak pemerkosaan. Kejadia itu bermula waktu wanita asal Norwegia ini melancong ke Dubai untuk kebutuhan usaha. Tetapi di sana ia malah dilecehkan sampai diperkosa oleh seseorang pria.

Tindakan itu buat Marte Deborah Dalalev memberikan laporan peristiwa yang menimpanya ke pihak kepolisian. Tetapi waktu sidang, aktor malah menuduh Deborah memaksanya terkait sex sewaktu mabuk.

Hal itu buat pengadilan menjatuhi hukuman untuk Marte karna ia dipandang bersalah sudah terkait sex di luar nikah, konsumsi alkohol serta lakukan sumpah palsu.

Reyhaneh Jabbari
Maksud hati membela diri wanita cantik asal Iran bernama Reyhaneh Jabbari malah dijatuhi hukuman gantung.

Masalah yang dihadapi wanita cantik ini pernah menghebohkan dunia, pasalnya dalam persidangan Reyhaneh sudah bersaksi bila dianya hampir jadi korban pemerkosaan serta beberapa bukti juga sudah di uraikan di dalam persidangan.

Baca Juga : Ribuan para pengungsi Rohingya dinilai terinfeksi penyakit HIV/AIDS

Reyhaneh sangat terpaksa menikam rekanan kerjanya bernama Morteza Abdolali sesudah beliau hampir diperkosa. Menurut dia Morteza waktu itu membiusnya, waktu ia telah hampir tidak sadarkan diri Morteza menggerayangi badannya.

Tetapi karna terperanjat korban tersadar serta segera lakukan perlawanan, ia menikam Morteza dengan satu pisau saku. Tidak diduga Morteza malah tewas serta Reyhaneh diputuskan bersalah serta mesti dihukum gantung.

Tuti Tursilawati
Vonis bersalah dengan hukuman mati juga dihadapi oleh seseorang wanita asal Indonesia bernama Tuti Tursilawati. Tuti adalah seseorang TKI asal Sukahaji, Majalengka yang bekerja di Mekkah.

Di sana ia senantiasa memperoleh pelecehan seksual oleh majikannya bahkan juga pada 11 Mei 2010 lantas ia dipaksa melayani nafsu bejat majikannya. Tuti juga melawan serta memukul majikannya dengan tongkat kayu yang buat majikannya tewas.

Hal itu membuatnya melarikan diri, tapi dalam pelariannya Tuti malah diperkosa dengan bergiliran oleh 9 pria Arab. Sesudah diperkosa Tuti yg tidak berdaya ia di tangkap oleh pihak kepolisian serta dijatuhi hukuman pancung karna sudah menyingkirkan nyawa majikannya.

Dari pandangan hukum hal itu memanglah mungkin berlangsung, bila tak ada alat bukti korban dapat jadi pihak yang bersalah bila tuduhan tidak bisa dibuktikan atau orang yang dituduh ambil aksi hukum.

Cuma saja apakah hal itu dapat disebut adil? Adilkah seorang yang tanpa ada berniat menyingkirkan nyawa orang yang lain waktu membela diri yang meneror nyawa serta kehormatannya dijatuhi hukuman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *