Jaksa nilai Setnov jalani sidang perdana dengan penuh kebohongan

Spread the love

Jaksa nilai Setnov banyak lakukan kebohongan saat menjalani sidag kasus E-KTP

Jaksa nilai jika terdakwa dalam kasus E-KTP, Setnov (Setya Novanto) telah melakukan banyak kebohongan ketika menjalani sidang pertama. Setya Novanto yang juga ketua DPR non aktif ini hadir sebagai terdakwa di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat.

Pimpinan sidang, Hakim Yanto bertanya pada Setya Novanto (Setnov) terkait situasi kesehatannya. Hal ini dilakukan hakim sebelum berjalannya sidang.

Kesehatan Setnov menjadi perdebatan didalam persidangan

Buat antisipasi bermacam alasan Setnov, pihak KPK sudah siapkan serta mendatangkan Dokter Johannes Hutabarat. Dokter tersebut yang bertugas di Rutan KPK yang melakukan pemeriksaan terhadap Setnov.

Jaksa juga datangkan 3 dokter lain dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Seluruh dokter tersebut menyatakan jika kesehatan Setnov cukup baik.

Namun pimpinan sidang tetap melakukan pengecekan terlebih dahuku dengan menanyakan kondisi ketua partai Golongan Karya tersebut. Tapi saat diajukan pertanyaan, Setnov sama sekali tidak memberikan jawaban dengan semua pertanyaan. Beliau hanya diam sahaja dan hanya tundukkan kepala.

Salah satu jaksa,  Irene Putri percaya jika Setya Novanto dalam keadaan sehat. Ini dikarenakan seluruh dokter yang dihadirkan menyatakan jika Setnov sehat dan layak menjalani sidang perdana tersebut.

Baca Juga : Gerakan Papua merdeka minta bantuan Amerika terkait uang dan senjata

Dikarenakan sikap Setnov yang selalu menundukkan kepala dan tidak mau menjawab semua pertanyaan, hal ini menimbulkan kecurigaan. Jaksa menilai jika papa Setnov telah melakukan kebohongan.

Merasa kliennya dipojokkan, kuasa hukum Setnov, Maqdir Ismail merasakan keberatan. Kuasa hukum Setnov menyebutkan jika benar kondisi kliennya kurang sehat.

Melihat suasana yang mulai tidak kondusif, pada akhirnya papa Setnov mau buka suara dan menyatakan benar jika dirinya sedang tidak fit. Beliau menyatakan jika dirinya sedang terkena sakit diare. Dan ini sudah berlangsung selama 4 sampai 5 hari, namun dokter tidak pernah memberikan obat pada dirinya.

Pernyataan Setnov tidak begitu saja diterima oleh jaksa. Ini dikarenakan sebelum menjalani persidangan, Setnov tidak pernah mengeluh sakit diare. Setnov belakangan hari hanya mengeluh batuk saja.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *