Iran peringati Trump jangan sebarkan fitnah yang tidak berguna

Spread the love

Iran peringati Trump untuk tidak lagi sebarkan informasi yang tidak benar

Iran peringati Trump untuk tidak lagi sebarkan fitnah dengan memberikan berita atau informasi yang tidak benar didalam akun sosmed pribadinya. Hal ini diberitahukan pemerintah Iran melalui Kementerian Luar Negeri-nya.

Peringatan keras ini dilakukan sesudah Trump berikan pujian kepada para pengunjuk rasa di nagara tersebut yang telah berani malawan rezim yang lakukan rasuah.

Apa yang dilakukan Trump bukanlah yang pertama terhadap pemerintahan Iran

Iran menyebutkan mereka pusing melihat tingkah Trump yang kontradiktif kepada orang Iran bukanlah maslah yang baru. Hal ini diungkapkan juru bicara  Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Ghasemi.

Bahram Ghasemi menilai sebaiknya Trump  tanggapi masalah didalam negaranya sendiri dari pada menghabiskan waktu untuk memberikan informasi yang tidak benar.

Semenjak menjabat sebagai Presiden AS, Trump diketahui banyak memberikan penilaiannya terhadap Iran. Belakangan ini Trump dikatahui sangatlah vokal terkait unujuk rasa di Iran.

Dalam sebuah pernyataannya, Trump mengungkapkan jika saat ini warga Iran melakukan perbuatan yang benar dengan melawan razim yang sudah lakukan korupsi.

Bahkan dalam pernyataannya, Trump mengatakan jika uang yang dipinjamkan dari AS untuk membiayai terorisme dan sebagian sudah di korupsi.

Baca Juga : Iran peringati akan hukum mati orang yang lakukan unjuk rasa

Hal ini dilihat kembali ketika Obama memimpin AS dengan mencairkan aset Iran yang berjumlah USD100 miliar dari persetujuan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Trump malah dengan tegas menyatakan jika Iran merupakan negara yang paling banyak mendukung dan membiayai terorisme. Trump juga menilai saat ini Iran sedang alami krisis kelaparan.

Pernyatan ini mendapat reaksi dari Duta Besar Iran untuk Inggris Hamid Baeidinejad. Hamid Baeidinejad membalas dengan berikan pernyataan jika Trump tidak sadar dengan ucapannya yang mengatakan Iran dalam keadaan krisis makanan.

Dirinya bahkan membandingkan dengan keadaan AS yang saat ini terdapat sekitar 42 juta orang dalam keadaan kelaparan setiap harinya. Maka dari itu Hamid Baeidinejad menyarankan sebaiknya Trump menyelesaikan masalah yang dihadapi negaranya sendiri.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *