Indonesia mengecam keputusan Guatemala pindahkan kedubesnya

Spread the love

Indonesia mengecam tindakan Guatemala terkait pindahkan kedubesnya ke Yerusalem

Indonesia mengecam keputusan pemerintah Guatemala yang akan memindahkan kantor dubesnya dari kota Tel Aviv ke kota Yerusalem.

Hal ini diungkapakn pemerintahan Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Putusan yang diambil pemerintahan Guatemala dinilai tidak mengikuti hukum internasional yang ada.

Keputusan tersebut dilakukan pemerintah Guatemala setelah melakukan pembicaran dengan Israel

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) juga tegaskan jika status Yerusalem mesti diputuskan didalam perundingan antara dua negara yang bertikai (Israel dan Palestina).

Kementerian Luar Negeri menilai pertahankan kesepakatan internasional mengenai status quo Yerusalem perlu untuk diwujudkan kalan keluar dalam pertikaian Palestina-Israel.

Presiden Guatemala Jimmy Morales putuskan buat pindahkan kantor dubesnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Putusan tersebut dilakukan sesudah dirinya lakukan perbincangan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Salah satu inti perbincangan ialah kembalinya kedutaan negaranta ke kota Yerusalem. Jadi dia pastikan jika dirinya sudah perintahkan kanselir buat mulai lakukan koordinasi untuk segera jalankan perintahnya.

Beliau pastikan jika negara Amerika Latin akan tetap berteman dengan Israel. Namun mereka ingat sedang berada pada kondisi dimana hubungan akan semakin baik dan erat.

Baca Juga : Amerika Serikat berikan sanksi terhadap ahli rudal Korea Utara

Negara tersebut dihuni sekitaran 15 juta jiwa dan ada sebanyak 1.000 orang yahudi. Resolusi yang diresmikan PBB yang nyatakan jika perbuatan AS di Yerusalem tidak boleh terjadi, hal ini demi hukum.

Voting yang terkumpul berjumlah 128 berbanding 9 suara yang dinyatakan sebagi kemenangan untuk warga Palestina. Tapi jumlah itu tidak sesuai dengan yang diperkirakan. Karena masih ada 35 negara yang tidal hadir serta 21 negara tidak berikan suaranya.

Seperti diketahui putusan Trump terkait Yerusalem berdasarkan pada Undang-Undang yang diresmikan pada rapat pada tahun 1995 yang lalu. Namun selama ini ketika presiden Amerika keluarkan keputusan penangguhan pemindahan kantor dubes untuk hindari semakin buruknya perselisihan di Timteng (Timur Tengah).

Berita terkait berpindahnya kantor dubes Amerika tersebut sudah picu kecemasan di muka bumi ini. Beberapa negara, salah satunya Indonesia lihat cara yang mungkin dipakai pemerintah Trump dapat buat rusak upaya perdamaian antara Israel dengan Palestina yang sudah berjalan lama.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *