Hidup Pegawai BNN Cantik Berakhir Ditangan Suaminya Sendiri, Tragis!!!!!

Spread the love

Hidup pegawai BNN yang bertugas di Bogor berakhir secara tragis ditangan suaminya sendiri

Hidup salah satu pegawai  cantik di BNN Bogor berakhir tragis ditangan suaminya sendiri dikediaman mereka Perumahan River Valley Kabupaten Bogor.

Kepala Polsek Cijeruk Komisaris Polisi Safiudin bercerita, korban diketemukan tidak bernyawa oleh warga sekitaran dalam tempat terlentang. Safiudin mengatakan, peristiwa itu berlangsung waktu warga selesai melakukan Salat Id.

Terlebih dulu, pernah terdengar nada pertikaian didalam tempat tinggal. Anak korban berinisial M (4) lalu keluar tempat tinggal serta mendatangi satu diantara tempat tinggal tetangga.

Klonologis dan penyebab terjadinya peristiwa ini

Tetangga lalu mendatangi tempat tinggal korban. Korban diketemukan telah tidak bernyawa dengan beberapa luka. Sesaat Abdul Malik hilang selesai peristiwa.

Abdul Malik di ketahui pernah mendatangi tempat tinggal mertua untuk memohon sertifikat tanah. Keinginan itu tidak diterima mentah-mentah.

Sesudah peristiwa, Abdul Malik kabur ke Batam, Kepulauan Riau. Untuk tutup jejak, yang berkaitan memakai KTP palsu.

Minggu (3/8) sekira jam 23. 00 WIB, tersangka pada akhirnya berhasil di tangkap tim paduan Polres Kabupaten Bogor, Direktorat Penindakan serta Pengejaran Deputi Bagian Pemberantasan BNN serta Polda Kepri.

Aktor di tangkap Minggu (3/8) malam. Penangkapan dikerjakan atas kerja sama tim paduan Polres Kabupaten Bogor, Direktorat Penindakan serta Pengejaran Deputi Bagian Pemberantasan BNN serta Polda Kepri.

Baca Juga : Afrika Selatan heboh adanya warga konsumsi daging manusia, seram!!!

Senin malam, keluarga Abdul Malik mendatangi Polres Bogor. Mereka membela tersangka, serta berupaya menyakinkan polisi kalau masalah pembunuhan ini bukanlah seutuhnya kekeliruan Abdul Malik.

Kakak tersangka, Siti Nuraeni (43) membawa beberapa bukti berkaitan perlakuan almarhumah korban semasa hidup, yang dinilai arogan. Bukti tersebut berupa rekaman video sama bukti visum dari rumah sakit masalah pemukulan pada tersangka.

Siti mengatakan, sepanjang menikah, korban senantiasa menuntut uang lebih, tempat tinggal serta mobil elegan. Diluar itu, keadaan rumah tangga keduanya sering diwarnai pertikaian.

Siti memberikan, awalannya pihak keluarga tidak yakin dengan hal tersebut. Tetapi sesudah lihat beberapa bukti rekaman video yang diisi umpatan-umpatan kasar, pihak keluarga pada akhirnya yakin.

Dalam video pertikaian yang mengedar di kelompok wartawan, disangka korban meributkan masalah uang. Bahkan juga di video berdurasi 26 detik itu, berkali-kali terdengar umpatan.

Transkip disangka pembicaraan diantara keduanya juga menebar. Disangka korban berulang-kali menagih mobil baru sembari mengumpat.

Sampai saat ini polisi masih tetap memahami masalah ini. Tersangka juga di check intensif oleh Polres Bogor.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *