Hendak selidiki krisis Rohingya, TPF PBB terkendala izin masuk Myanmar

Spread the love

Hendak lakukan penyelidikan, TPF PBB belum dapat izin dari Myanmar

Hendak lakukan penyelidikan terhadapt krisis Rohingya, TPF PBB masih dapatkan kendala izin untuk masuk ke negara Myanmar untuk melakukan tugasnya.

Hal ini disampaikam oleh Marzuki Darusman selaku Ketua TPF (tim pencari fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang bertugas untuk selidiki masalah ini.

Beliau mengungkapkan ini semuanya di forum  Dewan Hak Asasi PBB di Jenewa, Swiss. Dan beliau memastikan akan ada laporan yang diberikan dalam 10 hari kedepan.

Tim Pencari Fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta masa penyelidikan dari  Dewan HAM PBB

Dengan kendala yang ada saat ini, TPF meminta kelonggaran waktu dari Dewan HAM PBB hingga setengah tahun kedepan. PBB telah mengeluarkan pernyataan dengan apa yang terjadi di negara bagian Rakhine.

PBB menyimpulkan jika yang terjadi di Myanmar sebagai pembersihan suku dan mengecam apa yang dilakukan para tentara negara tersebut. Dalam hal ini PBB sudah meminta kepada pemerintah Myanmar utuk menghentikan semua bentuk kekerasa yang mereka lakukan.

Baca Juga : San Suu Kyi akhirnya mau bicara mengenai masalah warga Rohingya

PBB menyatakan sekitar 420 ribu warga Rohingya datang ke Bangladesh pada bukan Agustus yang lalu. Para warga Rohingya mengungsi untuk menyelamatkan diri dari para tentara Myanmar yang melakukan kekerasan kepada mereka.

Bahkan PBB melihat masih banyak para pengungsi yang telah mendirikan tenda dan masih banyak yang tidak mendapatkan tempat berteduh sehingga tidur di tempat terbuka.  PBB memprediksi kalau 60. 000 orang Rohingya sudah melarikan diri saat meningkatnya kekerasan serta pembunuhan massal di Myanmar.

Operasi keamanan beberapa waktu terakhir, termasuk juga serangan pembakaran pada desa Rohingya, tindakan buruk pada warga sipil seperti pemerkosaan, pembunuhan.

Untuk masalah ini Htin Lynn, selaku Dubes Myanmar untuk PBB telah menjelaskan kepada Dewan HAM semua kebijakan negaranya.  Saat ini negaranya berupaya keras untuk membuat situasi kembali kondusif dan kembalikan semua keamanan untuk warga Rohingya yang ada di Rakhine.

Pemerintahan Myanmar berdalih keributan yang terjadi di Myanmar dilakukan kelompok ARSA yang selama ini menjadi musuh dalam negeri Myanmar.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *