Haji Lulung terusik dengan pemberitaan “Tanah Abang”

Spread the love

Haji Lulung sangat terusik dengan semua pemberitaan mengenai “Tanah Abang”

Haji Lulung (Abraham Lunggana) merasa sangat terusik dengan pemberitaan belakang ini yang terkait dengan Tanah Abang. Ini dikarenakan Ombudsman Republik Indonesia temukan ada sangkaan penyalahgunaan wewenang yang dikerjakan anggota Unit Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta.

Mereka disangka bekerja bersama dengan Preman atau Ormas spesifik terima upeti dari Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk mengamankan dari razia serta penertiban.

Temuan itu datang dari investigasi yang dikerjakan Ombudsman pada 9 serta 10 Agustus 2017 di sebagian titik. Diantaranya Stasiun Manggarai, Stasiun Jatinegara, Pasar Tanah Abang, Stasiun Tebet, Lokasi Kecamatan Setiabudi, serta sekitaran Mall Ambassador.

Turut disebut-sebutnya Tanah Abang memetik reaksi dari Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana atau yang akrab disapa Haji Lulung. Pria yang begitu ditokohkan di Tanah Abang itu menyebutkan orang-orang Tanah Abang terasa dirugikan atas temuan Ombudsman itu.

Lulung menyanggah bila ada pungutan liar di Tanah Abang. Dia menantang Ombudsman melapor ke polisi bila memanglah mempunyai bukti.

” Siapa juga dapat melapor bila di situ ada kejahatan. Janganlah keluarin selalu. Kami orang-orang Tanah Abang miliki masa depan. Kami miliki anak wanita. Kelak anak wanita kami dilamar, ah anak Tanah Abang tuch. Termasuk juga pembunuhan ciri-khas serta menggelisahkan orang-orang Tanah Abang. Mari. Bila diketemukan itu ya mari kita basmi pungli itu. Janganlah ngomong saja. Saya dapat juga ngomong, ” tuturnya.

Lulung membantah semua anggapan dari Ombudsman

Lulung mengajak Ombudsman duduk bareng dengan beberapa tokoh serta warga Tanah Abang untuk membahas temuan itu. Lulung juga mempertanyakan kenapa Ombudsman selalu mem-publish temuan itu.

Lulung bebrapa sekali lagi menantang Ombudsman bila mempunyai bukti kuat segera melaporkannya ke kepolisian. Jangan pernah Ombudsman buat opini umum bila Tanah Abang jadi pusat pungli.

” Memeras, menodong, merampok, pungli, tindak dong. Tangkap dong. Janganlah bentuk opini selalu. Ada apa? Mengapa bentuk opini? Ada apakah itu Ombudsman? Ada politik apa di situ? Tangkap, ” katanya.

Anggota Ombudsman RI, Adrianus Meliala juga mulai bicara. Adrianus menyebutkan Ombudsman tidak dapat menindaklanjuti hasil temuannya karna bukanlah penegak hukum. Ombudsman, kata dia, adalah instansi yang dibuat untuk berikan peringatan pada instansi umum yang disangka lakukan penyimpangan.

Baca Juga : Pejabat Korut sebut Amerika sasaran dari program nuklir Pyongyang

Dia menyatakan Ombudsman tidak bekerja untuk menggiring opini umum. Dia juga menerangkan titik yang disangka masih tetap ramai pungli serta preman tidak cuma Tanah Abang, tapi ada tujuh titik yang lain yakni Stasiun Manggarai, Stasiun Jatinegara, Pasar Tanah Abang, Stasiun Tebet, serta lokasi sekitaran Mal Ambasador.

” Kami miliki tempat tujuh titik serta di tujuh tempat itu fenomenanya sama. Kalau berlangsung Satpol PP ngutip (pungli), yang ke-2 ada preman. Media lalu menggiringnya Tanah Abang terus-terusan seolah-olah Tanah Abang lain sama yang beda, ” tuturnya.

Pihaknya baru lakukan investigasi di tujuh titik. Tetapi tidak tutup peluang ditempat beda juga diketemukan praktek yang sama. Cuma saja untuk menyisir tempat beda, pihaknya mempunyai terbatasnya SDM.

” Andaikata kami sebar (investigasi) untuk 30 titik bila kami miliki kekuatan dapat kami sebar. Tapi kami cuma tujuh titik. Itu juga kami investigasi sepanjang satu minggu. Jadi janganlah bebrapa ribet di masalah oknum. Karna kami memiliki pendapat bila telah tujuh masalah saja kami jumpai serta gampang jadi asumsinya demikianlah yang kami dapatkan di beberapa tempat yang beda, ” tuturnya.

Pihak Satpol PP DKI sendiri telah mulai bicara masalah temuan Ombudsman itu. Wakil Ketua Satpol PP DKI Jakarta Hidayatullah menyanggah temuan itu. Kepastian inilah bisa karna telah menempatkan mata-mata untuk mengawasi anak buahnya.

Dengan tidak ada bukti yang valid, dia terasa difitnah oleh Ombudsman. Tetapi, Hidayatullah menyatakan, pihaknya akan tidak memberi sangsi tegas bila memanglah ada jajarannya yang lakukan praktek itu.

” Jadi difitnah selalu kita Satpol PP ini. Kita belum juga temukan lah ya tidak? Kita belum juga temukan Satpol PP mungut-mungut uang di kaki lima, ” tuturnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *