Filipina membantah jika warganya banyak yang tewas di Marawi

Filipina bantah kabar banyak warganya yang meninggal di Marawi

Pihak berwajib negara Filipina menyatakan tidak benar tentang laporan yang mengatakan ribuan warganya meninggal dalam pertempuran di kota Marawi.

Hal ini pertama kali dihembuskan seorang lawyer yang diklaim adalah anggita dari partai yang memegang kekuasaan PDP-Laban.

Beliau menggungkapkan jika sebanyak 2.000 orang warga sipil meninggal di kota Marawi dalam pertempuran yang terjadi di pulau Selatan Mindanao.

Filipina dalam hal ini, menteri Pertahanan telah membantah kebenaran berita ini karena pihak keamanan masih menunggu kabar dari kota Marawi.

Beliau juga mengatakan ketika melakukan wawancara dengan sejumlah media lokal dan memperingati kepada masyarakat agar jangan percaya berita yang tidak tahu kebenarannya.

“Jangan terima informasi berita yang tidak benar, ini akan mengakibatkan terjadinya kepanikan di masyarakat dan kebingungan yang terjadi karena berita tersebut”ungkap beliau.

Klonologis pertempuran di Marawi

Seperti diketahui jika negara Filipina sedang beperang dengan teroris yang masuk ke negara tersebut, khususnya di kota Marawi, pulau Mindanao.

Informasi yang berkembang, sebagian wanita di Marawi telah diculik para teroris untuk dinikahi secara paksa dan dijadikan budak seks.

Teroris ini dipercaya adalah sayap dari ISIS atau dikenal dengan kelompok Maute, kelompok ini menyerbu Marawi dan terlibat pertempuran sengit dengan militer filipina selama lima peka terakhir.

Perang di Marawi terjadi sejak 23 mei 2017, akibat pertempuran di sana sudah banyak masyarakat yang mengungsi dari wilayah tersebut.

Sebagian negara Asia Tenggara mulai khawatir dengan pertempuran ini, dikarenakan para militan berpotensi menyebar dan menyeberang ke kawasan negara lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *