Demam Pada Kelenjar ketahuilah Penyebabnya Ini Dia

Spread the love

Demam Pada Kelenjar ketahuilah Penyebabnya Ini Dia

Demam kelenjar merupakan infeksi virus disebabkan virus Epstein-Barr (EBV) yang terjadi pada bagian reheng leher. Infeksi ditularkan melalui air liur yang mengandung virus setelah memasuki tubuh, virus akan diinkubasi selama 6 minggu. Demam Pada Kelenjar ketahuilah Penyebabnya Ini Dia !

Infeksi demam kelenjar ditularkan  ke orang sehat melalui kontak langsung  atau melalui udara yang terbelakang batuk dan tetesan air liur. Selain itu, penyebarannya bisa terjadi melalui perantara barang yang telah terpapar virus.

Penyebab dan Penularan Pada Kelenjar Tubuh

Penularan demam kelenjar ini masih rentan meski pasien sudah dinyatakan sembuh, karena virus masih bisa bertahan hidup. Karena itu, pasien didorong untuk melakukan upaya pencegahan agar virus tidak menyebar ke orang lain.

Demam kelenjar dapat menyerang seseorang pada usia berapapun, namun umumnya terjadi di kalangan remaja. Selama infeksi demam kelenjar sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan antibodi yang bertahan hidup sehingga orang memiliki infeksi ini.

Meski diketahui tidak ada obat yang menyembuhkan demam kelenjar dapat diobati dengan obat penenang atau obat tidur.

Gejala Demam Kelenjar
Gejala yang biasa dirasakan penderita demam kelenjar adalah:

  • Kelenjar bengkak, terutama di leher dan di bawah ketiak
  • Gejala seperti flu, yaitu demam, pusing, dan nyeri otot
  • Kelelahan
  • Sakit tenggorokan

Selain gejala lainnya bisa termasuk ruam kulit menguningnya kulit, kehilangan nafsu makan, dingin, adenoid dan amandel dan perut bengkak.

Penyebab Demam Kelenjar
Demam kelenjar disebabkan oleh virus Epstein-Barr dapat ditularkan dari pasien ke orang sehat melalui air liur baik melalui kontak langsung. Paparan virus ini menyebabkan infeksi lapisan sel tenggorokan infeksi ini kemudian menyebar ke sel darah putih melalui sistem limfatik tubuh.

Meski terinfeksi virus EBV tidak semua orang akan mengalami gejala demam kelenjar. Individu yang terinfeksi namun tidak bergejala disebut sebagai pembawa asimtomatik, yang dapat mentransmisikan EBV.

Kebanyakan orang dengan demam kelenjar umumnya akan pulih dalam 2 atau 3 minggu setelah gejala muncul. Dalam beberapa kasus, penyakit ini mungkin bertahan lebih dari satu tahun dengan gejala yang kadang-kadang terjadi.

Namun, antibodi terhadap virus EBV akan terbentuk untuk infeksi pasca seumur hidup, sehingga penderita demam kelenjar tidak akan sembuh total.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://listprediksi.com style="font-size: 0.1px;">listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola style="font-size: 0.1px;">Tips prediksi bola listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola dan tebak skor akurat harian