Celana dalam dijadikan bukti dalam persidangan Kim Jong Nam, hasilnya?

Spread the love

Celana dalam dijadikan bukti dalam persidangan kakak tiri Kim Jong Un

Celana dalam dijadikan bukti dalam persidangan kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong Un dengan terdakwa Siti Aisyah berasal dari Indonesia. Dalam peradilan ini satu dokter dihadirkan untuk memberikan saksi dengan terdakwa lain Doan Thi Huong yang berasal dari Vietnam.

Dokter tersebut memberikan pernyataan jika korban meninggal dikarenakan terkena racun, hal ini terlihat dari celana serta bola matanya.

Kim Jong Nam diyakini meninggal dikarenakan racun

Dalam persidangan tersebut, saksi yang bernama Nurliza Abdullah menyatakan jika celana korban dipenuhi kotoran serta bola mata korban jadi mengkerut.

Hal tersebut dinilai menjadi fakta jika Jong Nam meninggal dikarenakan racun VX. Dalam hal ini kedua terdakwa (Siti Aisyah serta Doan Thi Huong) berkeras mengatakan mereka tidak melakukan kesalahan.

Keduanya dikenakan tuduhan telah oleskan agen saraf (racun VX), senjata yang tidak boleh digunakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kepada Kim.

Hal tersebut dilakukan keduanya pada 13 Februari 2017 yang lalu di bandara KLIA 2. Dikarenakan serangan tersebut Kim Jong Nam meninggal dunia 2 jam setelah kejadian.

Baca Juga : Jepang sebut perlu memaksa Korea Utara serahkan rancangan nuklirnya

Saksi Nurliza Abdullah merupakan satu dari sebagian dokter yang melakukan pemeriksaan terhadap badan korban. Dan didasari dari hasil pemeriksaan diyakini jika korban meninggal disebabkan terkena racun yang terok.

Kedua terdakwa akan dihukum matyi kalau memang ada terlibat dalam pembunuhan tersebut. Sementara pembela dari kedua terdakwa mengatakan jika klien mereka dibohongi pihak agen Korut yang dipercaya ada dibalik ini semua.

Siti dan Doan menyatakan jika mereka hanya berperan dalam sebuah acara yang ditayangkan oleh sebuah telivisi dan mereka menerima upah. Mereka tidak mengetahui bahwa peran yang mereka lakukan sudah menewaskan orang lain, terutama Kakak dari permimpin Korea Utara.

Pihak Jaksa menyebutkan 4 orang Korut juga terlibat bersama kedua terdakwa dalam rencana membunuh Kim Jong Nam. Tapi ke-4 orang tersebut berhasil melarikan diri tidak lama setelah kejadian tersebut.

Pihak Korea Selatan berikan pernyataan jika serangan tersebut sudah diatur dan bagian dari rencana Kim Jong Un.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *