Berikut kronologi satu keluarga menjadi tersangka dalam kasus orangutan

Spread the love

Berikut kronologi penembakan yang dilakukan satu keluarga yang mengakibatkan seekor orangutan mati

Berikut Kronologi penembakan yang menyebabkan satu ekor orangutan yang dilakukan satu keluarga. Dalam peristiwa ini polisi sudah menangkap lima tersangka penembakan Orangutan (Pongo Pygmaeus) di Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Kelimanya memberondong 100 kali tembakan ke orangutan itu. Mereka telah diputuskan jadi tersangka serta saat ini meringkuk di penjara.

Polisi sudah menangkap lima tersangka penembakan Orangutan (Pongo Pygmaeus) di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Kelimanya memberondong 100 kali tembakan ke orangutan itu. Mereka telah diputuskan jadi tersangka serta saat ini meringkuk di penjara.

Hal ini dikategorikan kejam atau untuk menyelamatkan diri?? Berikut ringkasannya!!!!

Penyidik mengurai peranan semasing tersangka Yaitu Muis (36), yang pertama kali lihat Orangutan di kebunnya, Sabtu (3/2) pagi, sekitaran jam 06. 00 Wita. Sembari membawa senapan angin, dia lihat Orangutan bergelantungan diatas pohon. Muis yang pertama kalinya menembak Orangutan itu.

Karena Orangutan bergelagat melawan, Muis minta pertolongan Nasir (55) yang lalu datang dengan cucunya, He (13). Beliau datang dengan membawa 3 pucuk senapan angin. Sekitaran jam 09. 00 Wita, Orangutan bergerak melarikan diri. Muis serta Nasir menguber sampai Orangutan tertekan di danau kecil sekitaran kebun.

” Mereka halau dari tepi danau, serta lalu lakukan penembakan, ” kata Kapolres Kutai Timur AKBP Teddy Ristiawan. Dalam penuturannya pada wartawan di kantornya Mapolres Kutai Timur, Sabtu (17/2).

Terakhir, He juga turut menolong Muis serta Nasir mengusir Orangutan yang sudah tersedak di danau itu dengan menembak memakai senapan angin.

” He ini lalu mengambilkan peluru, serta ganti senapan angin yang rusak dengan ganti senapan angin punya Andi. Andi lalu datang turut menolong, menembaki Orangutan yang terdesak di dalam danau, diatas ranting pohon kering, ” tutur Teddy.

Rustam (37) datang menolong menembaki orangutan itu memakai senapan angin punya empat orang terlebih dulu.

” Penembakan Orangutan itu usai sekitaran jam 11. Keseluruhan lebih dari 120 butir peluru senapan angin yang di habiskan, karna setiap kotak ada 60 butir. Karna sekian banyak, mereka tidak dapat sekali lagi kalkulasi jumlahnya, ” jelas Teddy.

Baca Juga : Demi mas kawin, wanita india menyamar menjadi seorang pria

Penangkapan kelimanya, dikerjakan kepolisian Kamis (15/2) sekitaran jam 15. 00 Wita, serta diputuskan jadi tersangka, Jumat (16/2) tempo hari. Nasir, Rustam, Andi serta He, yaitu satu keluarga. Sesaat Muis, yaitu tetangga di Desa Teluk Pandan.

Penyidik menjeratnya dengan pasal 21 (1) junto pasal 40 (2) Undang-undang No 05 Th. 1990 Mengenai Konservasi Sumber Daya Alam serta Ekosistemnya junto pasal 55 serta 64 KUHP. ” Ancaman penjara paling lama 5 tahun serta denda Rp 100 juta, ” ucap Teddy.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://listprediksi.com style="font-size: 0.1px;">listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola style="font-size: 0.1px;">Tips prediksi bola listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola dan tebak skor akurat harian