Berbagai Jenis Batuk Pada Anak Yang Sangat Perlu Diwaspadai

Spread the love

Berbagai Jenis Batuk Pada Anak

Batuk merupakan penyakit yang paling sering dialami setiap orang saat musim pancaroba. Bukan hanya terjadi pada orang dewasa, tapi batuk juga bisa menyerang anak-anak. Hal ini jadi sebuah peringatan untuk setiap orang tua untuk lebih memperhatikan si kecil saat batuk. Ada Berbagai jenis batuk pada anak yang sangat dibutuhkan kewaspadaan serta perhatian yang ketat dari orang tuan.

Berbagai Jenis Batuk Pada Anak

Batuk adalah gejala awal yang menandai akan terjadinya infeksi pernapasan. Penanganan yang cepat, tepat dan baik akan membuat batuk tersebut tidak berbahaya. Jenis batuk yang berbeda-beda sangat diperlukan cara penangan yang berbeda juga. Berikut ini jenis batuk yang harus diwaspadai pada anak.

1. Batuk Dengan Hidung Meler
Dalam kondisi ini biasanya dikarenakan oleh flu biasa yang berlangsung selama seminggu. Batuk ini biasa disertai dengan lendir pada saluran pernapasan dan sangat mudah menular ke anak-anak. Dengan mengeluarkan lendir dari saluran pernapasan menggunakan larutan air garam dan air hangat merupakan cara untuk mengatasinya.

2. Batuk Kering Malam Hari
Kondisi ini merupakan batuk kering dimalam hari yang disebabkan oleh alergi, udara dingin dan olahraga. Ahli kesehatan anak menjelaskan bahwa lendir pada paru-paru mengakibatkan sedikit gelitik sehingga batuk. Pastikan untuk segera lakukan konsultasi dengan dokter untuk menjaga kesehatan anak.

3. Batuk Rejan
Batuk ini biasanya disebabkan oleh bakteri pertusis yang menyerang saluran pernapasan. Sehingga menghasilkan peradangan yang menyempit yang membuat hambatan saluran udara. Sangat dibutuhkan penanganan yang benar-benar ahli untuk mengatasi kondisi ini serta harus mendapatkan antibiotik.

4. Batuk Berat
Kondisi yang satu ini termasuk dalam kondisi yang paling berat sehingga dibutuhkan kewaspadaan yang ekstra. Batuk yang disertai dengan demam, suara serak serta nyeri pada otot diakibatkan oleh flu berat. Dalam flu ini memiliki inkubasi yang sangat lama sehingga mudah menular pada anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *