Bagaimana nasib Yerusalem setelah AS lakukan veto pada sidan PBB??

Spread the love

Bagaimana nasib Yerusalem setelah AS melakukan hak veto pada sidang PBB??

Bagaimana nasib kota Yerusalem sesudah Amerika Serikat menggunakan hal vetonya dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa??

Diketahui bulan Desember tahun lalu AS gunakan hal vetonya terhadap rancangan resolusi DK PBB yang didukung 14 negara anggota PBB. Resolusi itu berisikan tekanan supaya Presiden Donald Trump tarik balik pengakuan Yerusalem menjadi ibu kota Israel.

Lantas seperti apa nasib Yerusalem selanjutnya?

Duta Besar Amerika untuk PBB, Nikki Haley, menyatakan jika negaranya bukanlah negara yang dapat diatur. Khususnya didalam hal di mana akan tempatkan kedutaannya.

Presiden Palestina Mahmud Abbas 2 hari yang kemarin mengatakan Yerusalem bukanlah buat dijual sesudah Donald Trump ancam untuk memotong dana pinjamanan.

Hal ini berlaku khususnya untuk Palestina yang tidak ingin berunding buat kesepakatan damai dengan Israel. Jika ini benar terjadi maka AS akan potong dana pinjaman untuk Palestina sebesar USD 300 juta.

juru bicara Abbas, Nabil Abu Rudeina sebut Yerusalem merupakan ibu kota abadi Palestina serta tidak buat dijual untuk apapun.

Chirs Gunness, Juru bicara badan PBB untuk urusan bantuan bagi pengungsi Palestina UNRWA menyebutkan tidak ada pengumuman dari pemerintahan AS terkait bantuan dana itu bagi UNRWA.

Baca Juga : Pendukung Pemerintah Iran lakukan unjuk rasa tandingan

Seperti diketahui pengumuman status Yerusalem yang dilakukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menghebohkan dunia pada akhir perjalanan tahun 2017.

Pada hari Rabu (06-12-2017) atau kamis waktu Indonesia Presiden AS, Donald Trump akan umumkan pengakuan Yuresalem sebagai ibu kota dari Israel. Satu pejabat Amerika menyatakan Trump akan umumkan pindahnya kantor duta besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Ini merupakan satu jalan mengakui kota suci 3 agama itu sebagai Ibu Kota Israel yang akan dilakukan pada hari Rabu di Gedung putih waktu Amerika Serikat.

Negara Muslim yang merupakan anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dengan sah akui Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina. OKI juga menekan semua negara di muka bumi ini lakukan hal yang sama.

Pemberitahuan OKI ini diberitahukan dalam pertemuan Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa di Istanbul, Turki, pada hari Rabu (13/12/2017). Selain itu kelompok tersebut juga tolak semua putusan yang dilakukan sepihak oleh Amerika Serikat.

Para anggota negara OKI tetap berteguh pada pendirian mereka agar terwujudnya perdamaian yang adil serta komprehensif yang didasari oleh dua negara.

Anggota parlemen Israel telah sepakat dengan undang-undang yang buat Yerusalem semakin susah buat dipecah. Undang-undang yang diberikan nama Persatuan Yerusalem ini memaksa Palestina semakin susah untuk mengakui Yerusalem Timur sebagai daerah mereka.

Dengan adanya persetujuan itu akan bikin warga Palestina dapat diusir dari kediamana mereka sendiri. Karena kediaman mereka termasuk wilayah Yerusalem. Lokasi tersebut ialah daerah di Kufr Aqab dan kamp pengungsi Shuafat. Lokasi tersebut tepat berada di luar dinding pembatas Israel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *