Arab Saudi hukum mati WNI tanpa ada pemberitahuan!!!!!

Spread the love

Arab Saudi hukum mati warga negara Indonesia tanpa ada lakukan pemberitahuan terlebih dahulu!!!

Arab Saudi hukum mati satu warga negara Indonesia (WNI) pada hari Minggu (18/3/2018). Pihak Riyadh tidak memberitahu pemerintah Indonesia saat menggerakkan eksekusi pancung itu. 

Eksekusi dilakukankan sekitaran jam 11. 30 siang saat Saudi. WNI yang dieksekusi yaitu Muhammad Zaini Misrin, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Hal ini dinilai telah melanggar Hak Asasi Manusia

Berdasarkan penjelasan dari pihak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, otoritas Kerajaan Saudi Arabia sekalipun tidak memberitahukan tentang eksekusi ini pada perwakilan Republik Indonesia.

Grup Migrant Care dalam info persnya, menilainya eksekusi pada Zaini Misrin yaitu bentuk pelanggaran hak asasi manusia. Terutama, bila merunut pada pernyataan Zaini Misrin kalau dia dipaksa untuk mengaku lakukan pembunuhan sesudah diintimidasi dari otoritas Saudi.

Pada sistem persidangan sampai dijatuhkan vonis hukuman mati, Zaini Misrin juga tidak memperoleh penerjemah yang netral serta imparsial.

Berdasar pada pembacaan atas sistem kontrol sampai peradilan yang memvonis mati sampai sistem eksekusi pada Muhammad Zaini Misrin diketemukan sebagian kejanggalan serta ketidakadilan hukum dan pengabaian pada prinsip-prinsip fair trial. Hak-hak terdakwa juga diabaikan.

Menurut pernyataan Muhammad Zaini Misrin yang baru dapat memperoleh akses berkomunikasi dengan KJRI Jeddah pada bln. November 2008 sesudah vonis hukuman mati dijatuhkan, dia dipaksa untuk mengaku lakukan pembunuhan pada majikannya, Abdullah bin Umar Munammad Al Sindy. Walau sebenarnya dia tidak lakukan perbuatan itu.

“Pemerintah Saudi Arabia tidak mematuhi prinsip-prinsip tata krama hukum internasional dengan tidak sempat mengemukakan Mandatory Consular Notification, baik ketika dimulainya sistem peradilan dengan ancaman hukuman maksimum hukuman mati dan ketika eksekusi hukuman mati dikerjakan, ” kecam Migrant Care.

“Kami mengecam serta mengutuk eksekusi hukuman mati pada Muhammad Zaini Misrin. Eksekusi itu adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang paling basic, yakni hak atas hidup, ” lanjutnya.

Grup Migrant Care menuntut Pemerintah Indonesia untuk keluarkan Nota Memprotes Diplomatik pada Kerajaan Saudi Arabia serta mempersona non-grata-kan Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia untuk Indonesia.

“Mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengerahkan sumber daya politik. Serta diplomasi untuk mengusahakan pembebasan beberapa ratus buruh migran yang terancam hukuman mati di semua dunia. Dan lakukan moratorium proses hukuman mati di Indonesia jadi prinsip moral menentang hukuman mati pada siapa juga, ” tambah Migrant Care.

Baca Juga : Konsumsi makanan ini membuat berat badan turun tanpa lakukan diet

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://listprediksi.com style="font-size: 0.1px;">listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola style="font-size: 0.1px;">Tips prediksi bola listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola dan tebak skor akurat harian