Amerika Serikat sebut penolakan status Yerusalem adalah penghinaan

Amerika Serikat sebut penolakan terkait status Yerusalem merupakan satu penghinaan

Amerika Serikat sebut penolakan yang dilakukan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa atas status Yerusalem merupakan satu penghinaan.

Ini terjadi dikarenakan adanya penolakan yang dilakukan para anggota DK PBB. 14 dari 15 anggota tersebut mendukung draft resolusi terkait tidak mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Amerika Serikat murka dengan penolakan tersebut

Amerika Serikat yang menjadi satu-satunya negara yang menolak draft tersebut murka serta menyatakan perbuatan 14 negara tersebut merupakan penghinaan.

14 anggota DK PBB bersatu dan “mengeroyok” Amerika terjadi didalam voting suara yang dilaksanakan pada hari Senin waktu New York. Dalam draft tersebut menekan dibatalkannya pengakuan Presiden AS Donald Trump kalau Yerusalem menjadi Ibu Kota Israel.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley menyatkan jika negaranya tidak mau didikte oleh negara lain. Beliau menyebutkan tindakan ini sungguh memalukan dan suatu penghinaan untuk Amerika Serikat sendiri.

Setelah mengetahui kekalahannya, Amerika Serikat langusng memakai hak vetonya. Hal ini menjadi sorotan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas dan menyesalkan tindakan yang dilakukan Amerika Serikat.

Namun Haley berujar jika hak veto dilakukan Amerika Serikat untuk bela kedaulatan mereka. Selain itu untuk memperjuangkan peran Washington didalam rencana  perdamaian di Timur Tengah. Dan hal ini dinilai bukanlah perbuatan yang memalukan bagi Amerika Serikat.

Baca Juga : Ini yang akan anda dapatkan jika rajin minum air tebu setiap hari

Cara Amerika yang memakai hal vetonya sudah diperkirkan sebelumnya, karena AS memang selalu berpihak pada negara Israel. AS menilai putusan yang diambil Presiden Trump sudahlah betul.

Inggris dengan Prancis sudah indikasikan dari awal jika mereka menentang dengan putusan yang diambil oleh Donald Trump. Mereka meminta supaya seluruh negara untuk mengikuti  resolusi DK PBB terkait Yerusalem yang sudah berjalan lama. Dan mendesak jika penyelesaian terkait status Yerusalem dilakukan oleh kedua negara yang bertikai (Palestina dan Israel).

Negara Israel melalui PM Benjamin Netanyahu mengucapkan banyak terima kasih kepada Amerika Serikat atas semua dukungannya.

 

 

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://listprediksi.com style="font-size: 0.1px;">listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola style="font-size: 0.1px;">Tips prediksi bola listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola dan tebak skor akurat harian