Amerika Serikat kecam pemerintah Iran menangkap para demonstran

Spread the love

Amerika Serikat kecam pemerintah Iran yang menangkap para demonstran aksi damai

Amerika Serikat kecam kecam yang dilakukan pemerintah Iram dengan menangkap para demostran yang lakukan aksi turun ke jalan. Hal ini dilakukan para demonstran untuk protes terkait korupsi serta dukungan kepada terorisme.

Demonstrasi yang terjadi pada hari Kamis itu adalah unjuk rasa terbesar kedua sesudah keributan pro reformasi yang terjadi di tahun 2009 lalu.

Pemerintah Iran menduga ada orang dalam yang terlibat dalam demonstrasi tersebut

Sekitar 52 orang diringkus di kota Mashad pada kejadian tersebut, pada hari perdana aksi tersebut yang juga berlaku diberbagai lokasi lainnya. Demonstrasi tersebut diberitakan sampai ke ibu kota Iran.

Gedung Putih menyebutkan jika banyak laporan terkait demonstrasi damai oleh warga Iran dalam mengecam korupsi didalam pemerintahan. Bukan hanya itu informasi yang diterima telah terjadi pemakaian dana anggaran dalam negeri untuk danai para teroris.

Gedung Putih menilai semestinya pemerintahan Iran menghargai hak warganya, salah satunya didalam mengeluarkan pendapat mereka. Gedung Putih juga melihat pemerintahan yang sekarang sangatlah fanatik.

AS mengatakan jika apa yang terjadi di Iran kemarin tidak luput dari pandangan dunia Internasional dan tindakan yang dilakukan Iran dapat kecaman dunia.

Baca Juga : AS dan Israel tandatangani kesepakatan buat melawan ancaman dari Iran

Orang no 1 di AS, Donald Trump sudah lama mengamati tindakan Iran karena selama ini Iran dinilai telah langgar perjanjian Internasional terkait rancangan nuklir.

Heather Nauert, juru bincang Kementerian Luar Negeri AS juga memberikan pendapat terkait apa yang terjadi di Iran. Dirinya menyatakan Washington mengutuk pemerintah Iran yuang meringkus para demonstran yang dilakukan dengan damai. Beliau meminta seleuruh dunia buat dukung warga Iran serta tuntutan warga atas hak-hak dasar dan penumpasan korupsi.

Wakil Presiden Pertama Iran Eshaq Jahangiri  menilai partai oposisi pemerintah di balik para pengunjuk rasa yang tersebut masih berjumlah banyak sampai dengan 29 Desember.

Beliau menyebutkan unjuk rasa yang terjadi belakangan ini dilakukan bukan hanya terkait dengan hal perekonomian, namun ada rencana lainnya. Dirinya mengatakan hal ini tidak akan berhasil.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://listprediksi.com style="font-size: 0.1px;">listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola style="font-size: 0.1px;">Tips prediksi bola listprediksi style="font-size: 0.1px;">Prediksi Bola dan tebak skor akurat harian