Aksi bela Palestina dihadiri ratusan ribu massa peserta

Spread the love

Aksi bela Palestina di Monas dihadiri ratusan ribu massa

Aksi bela Palestina yang diadakan hari ini di sekitaran Monas mulai terlihat ramai dihadiri, lebih kurang ratusan ribu massa peserta. Massa yang datang diketahui dari berbagai daerah.

Termasuk ratusan massa berasal dari Duren Sawit, Pulogadung, Jakarta Timur, yang akan ikuti kegiatan tersebut. Terlihat  juga massa yang datang dengan menggunakan motor dan ada yang berjalan kaki mengikuti konvoi tersebut.

Aksi ini dilakukan sebagai reaksi dari putusan Donald Trump

Dari kabar yang diterima, banyak massa yang gunakan sepeda motor serta saling bonceng. Peserta juga terlihat kompak memakai baju putih, peci serta sorban yang keseluruhannya berwarna putih. Terlihat juga pesserta yang juga memakai sepatu yang berwarna putih juga.

Peserta juga terlihat bawa bendera Merah Putih, bendera Palestina serta bendera berwarna hitam berlafaz La “Ilaha Illallah”. Tidak ketinggalan peserta juga menggunakan syal Palestina dan setiker di semua kendaraan.

Bukan hanya gunakan sepeda motor, ada juga peserta yang sampai rela ikuti kegiatan ini dengan mengendarai sepeda menuju Monas. Jarak yang jauh bukan menjadi penghalang buat mereka untuk ikuti aksi tersebut.  Bahkan ada peserta yang berasal dari lauar daerah Jakarta. Ini mereka lakukan sebagai bentuk rasa solidaritas kepada Palestina.

Baca Juga : Sekjen PBB takutkan akan terjadi perang di semenanjung Korea

Tidak hanya jalan menuju Monas yang diramaikan oleh peserta, tapi terlihat juga massa yang akan ikuti aksi ini memadati jalan-jalan lainnya. Seperti terlihat di jalan Pramuka, Jakarta Timur. Kemudian, Tugu Proklamasi, Jalan Diponegoro, hingga Tugu Tani, Jakarta Pusat. Peserta terlihat sangat ramai dan semangat sekali.

Aksi ini dilakukan sebagai respon atau reaksi untuk menentang putusan yang diambil sepihak oleh Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Putusan Trump ini berdasarkan pada Undang-Undang yang diresmikan pada rapat pada tahun 1995 yang lalu. Namun selama ini ketika presiden Amerika keluarkan keputusan penangguhan pemindahan kantor dubes untuk hindari semakin buruknya perselisihan di Timteng (Timur Tengah).

Berita terkait berpindahnya kantor dubes Amerika tersebut sudah picu kecemasan di muka bumi ini. Beberapa negara, salah satunya Indonesia lihat cara yang mungkin dipakai pemerintah Trump dapat buat rusak upaya perdamaian antara Israel dengan Palestina yang sudah berjalan lama.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *